15
Apr
13

UN Cikal Bakal Korupsi (opini)


Setiap menjelang UN pasti menimbulkan suara yang ramai. Ramainya suara itu bukan menjadi baik malah sebaliknya. segudang permasalahan UN di setiap kali diselenggarakan. Tahun ini ditambah dengan kurangnya pasokan soal di hampir setiap sekolah disebabkan keterlambatan keputusan tender percetakan soal.

Keterlambatan mengumumkan pemenang tender pencetak soal ini menjadi krusial diantara permasalahan-permasalahan krusial lainya mengenai UN ini. Bocornya soal setiap kali UN sampai sekarang juga tidak pernah terpecahkan. semuanya hanya di menjadi rahasia umum bak kentut yang ada bunyi dan bau tapi susah untuk di buktikan karena semuanya tutup mulut dan ga mau ngaku.

Masih ingat tahun lalu, ada keluarga yang sampai di usir dari rumahnya gara-gara anaknya membocorkan praktek nyontek berjamaah di UN? dan sampai sekarang pun tidak ada titik terangnya bak kentut yang menghilang seiring bunyi dan baunya menghilang.

UN adalah sumber dari segala sumber yang membentuk bangsa ini menjadi dewanya korupsi. siswa sudah dididik dan di bentuk untuk berbuat curang dan yang tidak engikuti berbuat nyontek berjamaah maka di usir bukan hanya dari lingkungan sekolah semata tetapi sampai di kampungnya dan diusir dari rumah pribadinya, satu keluarga semua di usir dari rumahnya sendiri.

Sistem pendidikanlah yang melegalkan semua itu terjadi, disadari atau tidak.

Ada apakah sebenarnya dengan UN?

Dengan lulusnya UN siswa bisa melanjutkan hidupnya. Melanjutkan Hidup dengan memegang Ijazah yang dinyatakan lulus di UN siswa seolah masuk jalan toll tanpa hambatan. Bisa melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi atau mencari pekerjaan. Orang pertama kali pasti menanyakan Lulusan dan Ijazah bukan yang lain.

Begitu berharganya nilai dari UN yang bisa menentukan hidup matinya seorang anak manusia menyebabkan UN terseret segudang permasalahan. Kehawatiran orang Tua apabila tidak Lulus UN dan tidak punya ijazah mendorong Orang Tua rela berbuat apa saja terutama untuk mengeluarkan biaya berapapun aslkan anaknya bisa lulus UN dari sekolah unggulan.

Sadar akan pentingnya sebuah nilai ujian yang tertera di ijazah, mendorong para kapitalis berlomba menyediakan lahan dan tempat untuk menjual Ijazah berkedok lembaga pendidikan. Adanya UN pun menjadi salah satu jalan untuk meluruskan dan memuluskan praktek kapitalisme pendidikan dengan jaminan siapapun yang bersekolah di tempatnya akan lulus UN 100% tentunya dengan sedikit merogoh kocek lebih dalam.

Apabila ada siswa yang tidak lulus UN di salah satu sekolah maka, jaminannya tahun ajaran baru berikutnya sekolah tersebut tidak akan mendapatkan siswa baru. ketika siswa baru sedikit atau bahkan tidak ada menjadi tolak ukuran sekolah itu bagus atau tidak. jadi, kesimpulanya soal UN harus bocor, siswa lulus 100%, maka tahun depan sekolah mendapatkan serbuan siswa baru, otomatis pendapatan bertambah. sebaliknya ada satu saja siswa ga lulus UN, sekolah turun pamor, kurang di serbu siswa baru dan otomatis pendapatan menurun bahkan tidak sedikit sekolah harus mengalami penutupan. Biasanya kondisi ini terjadi di sekolah suasta.

Belum lagi target dari birokrat, apa bila ada satu daerah di indonesia yang UN nya tidak lulus 100% maka, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala dinas pendidikan akan terancam sangsi bahkan sampai pergesran di tingkat kepala dinas pendidikan karena tidak becus meluluskan siswa di daerahnya 100%. Kalau sudah seperti ini mau dibilang apa?

Belum lagi kalau berbicara masalah lulusan sarjana dan pasca sarjana dari Universitas Ruko… Hmmm, tp itu soal lain.

yang jelas Pendidikan sudah menjadi ajang Human Commodity


0 Responses to “UN Cikal Bakal Korupsi (opini)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s