24
Mar
13

Ketika Bunda Teresa menjelang ajal, dia berkata bahwa “Tuhan itu tidak ada”


Ketika Bunda Teresa menjelang ajal, dia berkata bahwa Tuhan itu tidak ada

Siapa yang tidak mengetahui Bunda Teresia, terutama bagi umat nasrani dia sangat terkenal dan menjadi panutan bagi umat nasrani. Bunda Teresa adalah sosok seorang biarawati yang taat. dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk berbakti kepada tuhannya dengan berbuat baik mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan.
Bunda Teresa mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan dengan merawat dan menolong orang-orang korban peperangan dan kelaparan di Afrika selama hidupnya. Dia menjadi sosok penyelamat bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan terutama bagi orang-orang yang sedang menderita.

Sentuhan tangan lembutnya sangatlah berarti bagi setetes kehidupan di Somalia Afrika. Bunda Teresa melakukan semua itu dengan penuh pengharapan akan mendapatkan keajaiban dari tuhan, di mana tuhan bisa menghentikan peperangan, kekerasan dan kelaparan. Dia sangat yakin dengan apa yang dia lakukan itu akan mendapatkan hasil yang memuaskan pada akhirnya nanti, sesuai dengan apa yang di cita-citakan dan diharapkannya.

Setelah sekian lama mengabdikan dirinya untuk kemanusian di Somalia Afrika, Bunda Teresa tidak juga mendapatkan titik terang dan apa yang dia kerjakan tidak kunjung selesai sampai pada akhirnya Bunda Teresa mengalami ketuaan dan sakit seperti manusia normal yang lain. seiring dengan waktu berjalan dan ketuaan mulai menghantuinya kemudian jatuh sakit  namun tidak pula di barengi dengan harapan dan cita citanya untuk mendapatkan keajaiban untuk menghentikan peperangan, kelaparan dan penderitaan di Afrika.
Bunda Tersa pun akhirnya menyerah pada keadaan fisiknya yang sudah tidak kuat lagi mengurus dirinya sendiri apa lagi untuk mengurusi orang lain tanpa di barengi dengan keajaiban yang selama ini di acari dan tunggu-tunggu.

Di ujung akhir hayatnya, Bunda Teresa berkata “apa yang selama ini aku lakukan semata-mata untuk menyembah tuhan dan berharap tuhan memberukan keajaiban untuk menghentika kekejaman yang terjadi di muka bumi ini, tapi ternyata apa yang selama ini aku lakukan adalah sia-sia belaka karena tuhan itu tidak ada”
(Mungkin kata-kata ini tidak pernah ada dan Bunda Tersa sendiri tidak pernah mengatakannya, tapi aku tahu Bunda Teresa berkata seperti ini sumbernya dari orang Nasrani sendiri yang tidak bisa aku sebutkan.)

Seandainya kata-kata itu pernah ada, aku sendiri tidak kaget dan tidak heran karena apa yang Bunda Teresa katakan dan lakukan itu semua masuk akal secara pikiran manusia biasa.
bayangkan, seorang wanita mempunyai cita-cita dan keinginan yang sangat besar melebihi manusia lain di dunia ini aku rasa dan bukan hanya cita-cita belaka dia membuktikan dengan terjun langsung melakukan itu semua untuk membuat perubahan. tapi ketika apa yang dialakukan dirasakan sia-sia karena peperangan dan kejahatan tidak pernah berhenti sampai sekarang bahkan sampai Bunda Teresa meninggal dunia pun peperangan dan kekerasa, serta kelaparan masih terjadi sekarang. Keajaiban tidak datang juga malah semakin meraja lela dan bertambah luas daerah konplik. kalaulah kita telaah secara nalar memang betul bahwa tuhan itu tidak ada, tetapi itu bagi orang yang mempunyai keimanan yang sangat tipis.

Tuhan itu ada, Tuhan itu memberikan keajaiban tidak pernah berhenti kepada manusia. tuhan memberikan segalanya, Tuhan memberikan apayang manusia butuhkan. Kalau ada pertanyaan dimana keajaiban dan kebaikan tuhan ketika terjadi peperangan, kelaparan, kemiskinan dan sebagainya di Afrika. jawabanya adalah, Tuhan memberikan keajaiban di dalam diri Bunda Teresa sendiri, kenapa begitu, di saat orang menyerang dan membantai di somalia, Bunda Teresa datang dengan segudang kebaikan dan keajaiban melawan penyerangan dan pembantainya dengan caranya sendiri.

Tuhan menggerakan sebagian besar manusia untuk mengumpulkan bantuan untuk di berikan kepada Bunda Teresa yang selanjutnya sampai kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya.yaitu di somalia afrika. kemudian Tuhan menjaga keselamatan Bunda Teresa sendiri untuk tidak di ganggu sama pemberontak meskipun ya, Bunda Teresa tidak luput dari ancaman kematian tapi sampai pada akhir hayatnya Bunda Teresa meningal dunia di luar Affrika itu pun karena sakit yang menyerangnya.
Bagi tuhan sangatlah mudah untuk mhanya sekedar menghentika sebuah peperangan dan pembantaian, karena Tuhan bisa menciptakan langit dan bumi yang begitu dahsat dan tidak akan pernah bisa terhitung jumlah dan kebesarnya.

Tuhan mempunyai alasan kenapa tidak menghentikan kedjaliman terjadi di muka bumi ini. menurut pemikiran penulis; 1. supaya manusia bisa berpikir dan berbuat adil untuk dirinya sendiri dan orang lain. 2. apa yang terjadi di dunia ini karena ulah manusianya itu sendiri, 3. yang bisa menghentikan peperangan ini tiada lain adalah manusia nya itu sendiri. 4 yang paling utama adalah Tuhan telah memberikan keajaiban kepada manusianya iu sendiri dengan memberikan akal pikiran dan perasaan.
Kalau kita mau membuka diri, keajaiban tuhan itu tidak jauh-jauh dari kita. Keajaiban Tuhan itu ada sangat dekat dengan diri kita sendiri, tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita untuk menggunakan dan mengoptimalkan keajaiban itu.

Kebahagian yang kekal atau anadi bukanlah berada di dunia fana ini tetapi kebahagiaan yang kekal berada di akhirat kelak sesuai dengan apa yang kita tanam selama hidup di dunia, kita akan memanennya setia jengkal setiap butir di akhirat kelak. Kita menanan benih yang bagus maka kita akan memanen sesuatu yang bagus pula di akhirat kelak. Sebaliknya ketika kita menanam benih keburukan, maka kita akan memanen keburukan pula.

Terakhir penulis hanya akan mengatakan bahwa apa yang di tulis ini tidak bermaksud menyudutkan siapapun terutama tokoh dalam tulisan ini, tapi penulis mencoba mengajak untuk berpikir dan menelaah setiap keajaiban dan kenikmatan yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Hidup di dunia ini hanyalah sementara, hanya untuk mencari bekal hidup di akhirat kelak. Karena kehidupan yang sesungguhnya berada di akhirat kelak tanpa ada akhir , kekal abadi.


0 Responses to “Ketika Bunda Teresa menjelang ajal, dia berkata bahwa “Tuhan itu tidak ada””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s