04
Jun
11

Konteks Negara Islam dan Syariat Islam Itu Berbeda


Konteks Negara Islam dan Syariat Islam Itu Berbeda

Indonesia adalah salah satu negara yang penduduknya menganut agama islam terbesar di dunia. Hampir 80% atau lebih penduduknya menganut Agama islam dan selebihnya kristiani (katolik dan protestan) Hindu dan Budha. Populasi inilah yang mungkin menyebabkan terjadinya wacana dan usaha untuk mewujudkan Negara Islam yang terjadi. Tapi alasan apa pun itu terselah lah, yang jelas wacana dan pergerakan kearah sana sudah berjalan semenjak dahulu kala dimulai dari jaman Karto Suwiryo sampai sekarang.

Salah satu contoh pergerakan untuk mendirikian negara Islam di Indonesia adalah masih adanya gerakan kelompok yang mengatas namakan Negara Islam Indonesia (NII) yang masih aktif sampai sekarang. Bahkan saya mensinyalir bahwa ada salah satu parpol yang mempunyai pemikiran ke arah sana, tapi semoga saya salah. terlepas dari benar atau tidaknya gerakan itu benar atau salah gerakan itu, intinya ada pergerakan menuju ke arah itu memang ada sampai saat ini dan masih aktif. oke lah apapun itu, saya serahkan semuanya kepada yang memikirkannya dan menjalankannya. namun saya disini akan coba untuk berpendapat walaupun mungkin kesiangan.

Ada pertanyaan yang menarik bagi saya untuk dilontarkan sebagai orang awam; sebenarnya apa dasar golongan itu atau kelompok itu mempunyai pemikiran untuk mendirikan Negara Islam? ada yang menjawab bahwa tujuan utama mendirikan negara Islam adalah untuk menjalankan syariat islam secara menyeluruh. kemudian timbul pertanyaan lain lagi; apakah menjalankan syariat islam itu harus di dalam negara islam, atau apakah kita bsa menjalankan syariat islam tanpa adanya negara islam, atau apakah Allah itu menganjurkan atau bahkan mewajibkan untuk mendirikan negara islam?

saya akan mencoba berpikir mengenai hal ini. berdasarkan fakta yang terjadi sekarang ini, syariat islam berjalan dinegara manapun dan kapan pun. sebagai contoh, apakah mesir negara islam? atau arab saudi sebagai pusat dari umat muslim dunia iu negara islam? saya pikir syariat islam bisa berjalan dimanapun tanpa harus berada di dalam negara islam. kalau pemikirannya mengenai kenyamanan dan keamanan serta kelancaran menjalankan syariat islam mungkin iya harus berada di dalam negara islam, tapi pertanyaannya adalah ketika tidak memungkinkan untuk menjalankan syariat islam di bukan negara islam ternyata sampai sekarang bisa berjalan. indonesia yang bukan negara islam menjadi populasi terbesar sebagai penganut agama islam.

kalau begitu saya akan coba mengura apa yang di sebut negara islam dan apa yang di sebut syariat islam. menurut saya, konteks negara islam dan syariat islam itu jauh berbeda. kalau bentuk negara itu terdiri dari elemen-elemen politik untuk menjalankan roda pemerintahan dan semuanya atas dasar politik praktis semata untuk mengatur seluruh kehidupan masyarakat yang ada di dalam satu negara. sementara syariat islam adalah pola perilaku yang harus di lakukan oleh orang-orang yang mengaku dirinya umat islam. dari mulai tatacara beribadat sampai kehidupan bermasyarakat dan berbangasa (hablum minallah dan hablum minannas).

Ketika negara islam itu berdiri, apakah ada jaminan seluruh masyarakatnya menjalankan syariat islam? tetapi ketika seluruh umat islam menjalankan syariat islam maka konteks negara islam itu akan ada dan tercermin di dalam kehidupan se hari-hari.  logika sederhananya begini, saya takut kalau konsep negara islam itu hanyalah simbol bagi sejumlah orang yang ingin mengambil keuntungan pribadi. sebagai contoh gerakan NII yang nota bene berpegang teguh untuk mendirikan negara islam yang katanya akan menjalankan syariat islam, ternyata menggunakan cara-cara yang justru bertentangan dengan syariat islam sebagai contoh menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan dana untuk membiayai berdirinya negara islam. saya tahu persis di era sebelum tahun 2000, seornag wanita pengikut NII bahkan rela untuk menjadi pelacur guna menyetor uang untuk pembangunan negara islam ini. dengan satu contoh ini saja saya berpikir kalau begitu buat apa ada negara islam kalau cara-carnya justru bertentangan dengan syariat islam. lebih baik tidak ada negara islam tetapi kita bebas menjalankan syariat islam secara menyeluruh.

Negara islam itu bagus seandainya semua umat islam sudah menjalankan syariat islam secara menyeluruh, tapi saya rasa sulit. Ormas atau parpol islam yang ada di indonesia apakah menjamin seluruh anggotannya menjalankan syariat islam secara menyeluruh? apakah ada jaminan perilaku anggota terutama penguruh ormas islam itu sudah menjalankan syariat islam? apa ada jaminan pengurus ormas islam terbebas dari perilaku mencuri dengan mengatas namakan ormas demi kepentinganpribadi? jawabannya, saya masih menemukan jawabannya, masih banyak penguruh ormas memanfaatkan kedudukan dan kesempatan unuk memperkaya diri sendiri mengatasnamakan ormas islam. saya tidak akan membuka semuanya tapi saya yakin semua sudah tahu mengenai hal ini, bahkan di pesantren sekali pun.

Jadi, bagi saya Negar islam itu hanyalah simbol. tidak ubahnya sebagai simbol, ada tapi tidak di laksanakan dan di amalkan. simbol ini saya ibaratkan sebuah tulisan seperti ini “JAGALAH KEBERSIHAN KARENA KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN” di setiap dinding di lingkungan pondok pesantren. setelah kita melihat dan membaca tulisan itu, kemudian alihkan pandangan kita sedikit kebawah dan lihat sekelilingnya!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

 

 


0 Responses to “Konteks Negara Islam dan Syariat Islam Itu Berbeda”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s