21
Apr
11

Curhat


Setelah sekian lama aku tidak membuka myblog ini akhirnya aku bisa membuka kembali dan mencoba menorehkan sesuatu di myblog ini.

Pertama kali timbul keinginan untuk membuka myblog ini lagi di dorong atas suatu keprihatinan bathin yang terjadi karena serangkaian peristiwa yang terjadi di negara tercinta ini.

Keprihatinan itu timbul ketika adanya satu penyerangan institusi kepolisian di Cirebon denga tindakan bunuh diri seorang yang mengaku sebagai seorang muslim. Ironisnya dan tidak habis pikir adalah para polisi dan menjadi korbanya adalah orang muslim juga. entah apa yang ada di pikirannya kala itu, dia berani mengorbankan drinya dengan meledakan bom di tengah-tengah polisi yang sedang melaksanakan ibadah sholat jumat. Pelaku mungkin berpikiran untuk berjihad. tapi apa sebenarnya yang di katakan ber-jihad itu? nyatanya orang-orang yang di bunuh adalah soudaranya sendiri se iman dan seagama. Setelah di telusuri keterangan melalui orangtua pelaku, orang tua pelaku mengaku kalau anaknya yang melakukan hal bodoh dan konyol itu menganggap orangtua sendiri dan umat islam yang ada di negara kita tercinta ini adalah KAFIR. bukankah pelakulah yang pantas di sebut seorang KAFIR?

Apapun pandangan dan pola pikir yang terjadi pada pelaku bom bunuh diri itu adalah sebuah hasil dari sugesti yang di terima tanpa pikir panjang dan tanpa pengkajian ulang oleh pelaku itu sendiri. Dalam hal ini pelaku adalah korban kebodohan dirinya sendiri, karena tidak ada orang yang pantas di salahkan kecuali menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi pada diri kita sendiri. Ok lah apa pun yang sudah terjadi itu hasil sebuah rekayasa yang entah siapa pelakunya yang sampai sekarang belum terungkap.

Saya tidak akan membicarakan siapa di balik kejadian itu atau siapa dalang di balik semua itu. Saya akan mencoba sedikt menggunakan akal sehat dan pikiran ku saja.

Setelah meliha serangkaian kejadian penyerangan bom bunuh diri ini hampir semua pelaku berasal dari golongan yang tingkat ekonominya di bawah rata-rata. tidak ada satupun dari para pelaku mempunyai kehidupan yang bisa dikatakan sejahtera sejahtera secara ekonomi. Dari sinilah timbul pertanyaan dalam diri ku, kenapa orang yang kurang sejahtera yang mau melakukan perbuatan bodoh ini? dan kenapa tidak satu orang pun dari kalangan orang yang mempunyai tingkat perekonomian diatas rata-rata?

Apakah jihad hanya bisa di lakukan hanya oleh orang-orang yang mempunyai tingkat kesejahteraan di bawah rata-rata?

Ok terserahlah, aku rasa aku sudah sedikit ngelantur.

Indonesia adalah negara yang mempunyai penduduk mayoritas penganut islam. tapi semakin banyak penduduk islam di indonesia bukan malah menjadi damai dan tentram seperti yang di ajarkan oleh guru seluruh umat dan Nabi terakhir yaitu Muhammad SAW yang selalu mengajarkan kebaikan dan kedamaian dan berusaha menunjukan kalau islam adalah agama Allah dan islam adalah Rahmatan lil’allamin. artinya adalah jelas bahwa turunya ayat-ayat sici Al-Quran adalah penyempurna tuntunan bagi umat di seluruh dunia tidak terkecuali.

Al-Quran adalah tuntunan hidup bagi umat yang menginginkan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat. Sebagai suatu tuntunan jelas bahwa semua tatacara hidup ada dalam Al-Quran kalau kita mengetahuinya dari hal yang paling kecil sampai kepada hal yang paling besar sekalipun dan telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. kita sebagai pengikut dan penganut setianya selalu mencontoh dan mengikuti perilaku Nabi Muhammad SAW meskipun pada kenyataanya banyak yang menyimpang, anehnya ketika penyimpangan itu terjadi kita selalu beranggapan bahwa perilaku yang menyimpang itu sudah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi kita.

Dalam hal peperangan, Nabi mengajarkan suatu peperangan yang sangat mulia dengan aturan

1. tidak boleh membunuh Perempuan

2. tidak boleh membunuh anak-anak dan

3. tidak boleh membunuh musuh yang sudah tidak bersenjata.

kenyataan yang terjadi sekarang adalah penyerangan yang di lakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan jihad terbukti sudah menyimpang dari aturan ini.  semua kejadian yang sekarang terjadi melanggar ketentuan ini.

Kalau lah kita melihat sekarang, peperangan sudah berbeda jauh sekali dan menjadi keos, semua menghalalkan segala cara dengan mengatasnamakan JIHAD.  Sudah banyak para wanita, dan anak-anak menjadi korban. ini pelanggaran berat. kalau bisa dikatakan ini sudah kejahatan perang.

peperangan jaman sekarang bukan seperti perang di jaman Nabi. perang sekarang sudah bukan di lakukan dengan senjata tetapi perang sekarang adalah perang ekonomi, dimana orang muslim itu sudah jelas kalah karena di islam tidak diajarkan bagaimana menjadi orang yang kaya raya secara mteri. ini lah jawaban dari pertanyaan diatas, kenapa banyak orang yang mengatasnamakan jihad dan mau mengorbankan dirinya untuk hal yang paling konyol. karena intinya adalah atas dasar ketidak adilan dalam hal ekonomi. jaman sekarang ekonomi menjadi senjata yang paling ampuh di dunia melebihi senjata sekalipun yang ada di muka bumi ini.

Dalam hal ini yang bodoh siapa?

kalau kita mau berjihad di jaman sekarang, umat islam tida ada cara lain selain membangun perekonomian umat islam yang kokoh sehingga kita akan bisa melawan dan bahkan memenangkan peperangan di era sekarang ini. kita sudah salah kaprah, kita ingin berperang tapi memakai senjata yang salah, akibatnya jangankan bisa melukai lawan, menyentuh pun tidak berhasil bahkan yang jadi korban adalah diri sendiri dengan senjata kita sendiri.

kita umast islam bisa memenangkan peperangan didunia ini apabila kita sebagai umat islam sudah kuat dalam hal ekonomi. umat disini jelas orang-orang seperti kita masyarakat muslim dimanapun berada, kalau kita masing-masing minimal sudah tidak di pusingkan dengan kebutuhan hidup sehari-hari maka tidak akan ada orang yang mau mengorbankan diri dengan melakukan tindakan bodong yaitu bunuh diri karena ingin cepat merasakan kenikmatan surga yang di cita-citakannya. pertanyaannya apakah betul ketika kita meledakan diri sendiri dan melukai orang lain bahkan sampai meninggal bisa mendapatkan keindahan dan kenyamanan surga?

Terimakasih.

Ini adalah curhat penulis.*


1 Response to “Curhat”


  1. 1 pey872
    April 21, 2011 pukul 10:36 pm

    Bagi siapasaja yang membaca, dimohon untuk meninggalkan koment sebagai apresiasi.
    Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s