27
Feb
09

Awal Masa Kanak-kanak


pey19AWAL MASA KANAK-KANAK

Masa anak-anak dimulai kira-kira usia 2 tahun sampai kira-kira usia 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Masa anak-anak dibagi menjadi dua yaitu masa anak-anak awal dan masa anak-anak akhir. Masa anak-anak awal berlangsung dari umur 2 tahun s.d. umur 6 tahun dan masa anak-anak akhir dari 6 tahun sampai dengan pubertas. pada bab ini akan dibahas perkembangan masa anak-anak awal.

Masa anak awal disebut juga sebagai:

1. Usia sulit/mengundang masalah

Biasanya anak pada usia ini bertingkah laku bandel, keras kepala, tidak nurut, menolak, negativistik, melawan, marah tanpa alasan, sering bangun malam karena terganggu mimpi buruk, takut yang tidak jelas sebabnya, cemburu pada kakak atau adik.

2. Usia Bermain.

Anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain baik dengan teman-teman seusianya maupun dengan mainan. Bermain dengan mainan mencapai puncaknya pada awal masa kanak-kanak dan makin menurun saat anak mencapai usia sekolah. Penurunan ini bukan berarti minat anak untuk bermain dengan mainan menurun, tetapi hal ini terjadi karena pada awal usia sekolah anak mulai banyak disibukkan dengan aktivitas permainan fisik yang tidak menggunakan mainan. Ketika sendiri mereka masih bermain dengan mainan.

3. Usia Prasekolah

Para pendidik menyebut masa ini dengan istilah usia prasekolah. Karena pada usia ini anak belum cukup tua untuk masuk pendidikan formal. Untuk mempersiapkan menuju jenjang pendidikan formal anak di usia ini biasanya anak dimasukkan ke Taman Kanak-Kanak maupun Kelompok bermain.

4. Usia Berkelompok

Para psikolog menyebut masa ini dengan istilah usia berkelompok. Pada masa ini anak belajar dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan untuk kehidupan sosial yang matang di masa-masa selanjutnya.

5. Usia Menjelajah

selain menyebut sebagai usia berkelompok, Para psikolog juga menyebut masa ini dengan sebutan usia menjelajah. Pada masa ini anak-anak ingin mengetahui kondisi lingkungan, bagaimana mekanismenya, bagaimana rasanya, dan bagaimana ia bisa menjadi bagian lingkungan.

6. Usia Bertanya

Sebutan berikutnya menurut psikolog untuk masa ini adalah usia betanya. Salah satu cara untuk menjelajah dan mencari tahu lingkungan sekitarnya adalah dengan bertanya. Sehingga masa ini dsiebut dengan istilah usia bertanya.

8. Usia Meniru

Ciri yang menonjol pada anak usia ini adalah meniru perilaku dan ucapan orang lain sehingga pada masa ini disebut dengan istilah usia meniru.

1. TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

Meskipun dasar dari tugas perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum masuk sekolah diletakkan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu 4 tahun yaitu selama periode awal masa kanak-kanak. Berikut tugas perkembangan masa anak-anak awal:


1. Belajar Memakan Makananan Padat.

Sampai akhir masa bayi, anak sudah belajar memakan makanan padat dan keras serta telah mencapai tingkat stabilitas fisiologis yang cukup baik.

2. Belajar Berjalan

Pada saat masa bayi berakhir, semua bayi normal telah belajar berjalan meskipun dalam tingkat kecakapan yang berbeda-beda.


3. Belajar Berbicara

Meskipun sebagian besar bayi telah menambah kosa kata dan telah mampu mengucapkan kata-kata, memahami arti kata dan perintah sederhana, mampu menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat yang berarti, namun kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan orang lain untuk mengerti apa yang mereka katakan masih dalam taraf rendah. Masih banyak yang belum mereka kuasai selum masuk sekolah


4. Belajar Mengendalikan Pembuangan Kotoran Tubuh

Tugas pokok dalam belajar mengendalikan pembuangan kotoran sudah hampir sempurna dan akan sepenuhnya dikuasai dalam satu atau dua tahun lagi.


5. Mempelajari Perbedaan Jenis Kelamin

Hanya sedikit bayi yang yang mengetahui perbedaan seks dan lebih sedikit lagi yang mengetahui tentang etika seks.

6. Mempersiapkan Diri Untuk Membaca.

Di akhir masa kanak-kanak awal anak harus sudah memasuki pendidikan formal dan mulai memasuki usia sekolah. Anak harus memiliki kesiapan untuk mengikuti aktivitas rutin di sekolah termasuk mengikuti pelajaran di sekolah seperti membaca.

7. Mulai Membedakan Benar Dan Salah.

Pengetauan tentang benar dan salah masih terbatas pada situasi rumah dan harus diperluas dengan pengertian benar dan salah dalam hubungannya dengan orang lain, luar rumah terutama dengan tetangga, sekolah dan teman bermain. Yang terpenting anak harus meletakkan dasar-dasar untuk mengembangkan hati nurani sebagai bimbingan untuk perilaku benar dan salah. Satu hal yang sulit bagi anak adalah belajar untuk membangun hubungan emosional yang lebih matang dengan orang tua, saudara-saudaranya dan orang lain.

Hal ini disebabkan karena selama masa bayi hubungannya dengan orang lain diwarnai oleh ketergantungan emosional terutama dalam pemenuhan kebutuhan kasih sayang. Anak harus belajar memberi dan menerima kasih sayang, ia harus mulai berorientasi keluar daripada dirinya sendiri.

2. PERKEMBANGAN FISIK

Pertumbuhan pada masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, mempunyai kecenderungan lebih cepat perkembangan fisiknya ketimbang anak yang mempunyai kecerdasan rata-rata atau dibawah rata-rata, dan gigi lebih cepat tanggal. Khusus bagi anak yang memperoleh kecukupan gizinya lebih tinggi, anak cenderung lebih cepat pertumbuhannya serta berat badan dan otot lebih baik.

Perkembangan fisik pada awal kanak-kanak:

a. Tinggi

pertumbuhan tinggi badan setiap tahunya rata-rata 7,62 cm. Pada usia enam tahun rata-rata 116,84 cm.

b. Berat

Pertambahan berat badan rata-rata setiap tahunnya 1,37kg , pada usia enam tahun kira-kira tujuk kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan beratnya rata-rata 21,09 kg dan laki-laki kira-kira 22kg.

c. Perbandingan tubuh

Postur tubuh berubah dari penampilan postur tubuh bayi menjadi, wajah kecil dengan dagu lebih jelas, leher lebuh panjang, bentuk tubuh kerucut, perut rata, dada sudah mulai bidang dan rata, bahu lebih luas dan persegi, lengan dan kaki lebih panjang dan lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.

d. Postur tubuh

Perbedaan postur tubuh pada masa kanak-kanak lebih jelas; ada yang gemuk lembek (endomorfik), ada yang kuat dan berotot (mesomorfik), dan relatif kurus (ektomorfik).

e. Tulang dan otot

Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh sesuai hukum perkembangan otot. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat sehingga anak terlihat lebih kurus tetapi berat badan bertambah.

f. Lemak

Anka-anak yang cenderug endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya daripada otot. Anak yang cenderung mesomorfik lebih cenderung lebih banyak jaringan otot daripada lemak. Dan yang tubuh cenderung ektomorfik mempunyai otot yang kecil dan sedikit jaringan lemaknya.

g. Gigi

Selama empat sampai enam bulan pertama dari masa kanak-kanak, empat gigi geraham terakhir muncul, diikuti gigi bayi tanggal dan gigi permanen tumbuh. Yang pertama tanggal adalah gigi bayi yang pertama tumbuh yaitu gigi seri tengah. Bila masa awal kanak-kanak berakhir, pada umumnya bayi mempunyai satu atau dua gigi tetap didepan dan mempunyai beberapa celah untuk memungkinkan gigi akan muncul.

Perkembangan Otak

Di antara perkembangan fisik yang sangat penting selama masa anak-anak awal adalah perkembangan otak dan sistem saraf. Meskipun otak terus berkembang pada masa awal anak-anak, namun pertumbuhannya tidak sepesat pada masa bayi. Pada saat bayi mencapai usia 2 tahun, ukuran otaknya rata-rata 75% otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun ukuran otaknya mencapai 90% otak orang dewasa. Salah satu penyebab pertambahan ukuran otak adalah karena adanya myelination, yaitu suatu proses dimana sel-sel saraf ditutup dan disekat dengan suatu lapisan sel-sel lemak. Proses ini berdampak pada peningkatan kecepatan informasi. Beberapa ahli psikologi perkembangan percaya bahwa myelination penting dalam pematangan sejumlah kemampuan anak-anak.

Perkembangan Motorik

Perkembangan fisik pada masa anak-anak ditandai dengan berkembangnya keterampilan motorik baik kasar maupun halus. Pada usia 3 tahun anak sudah bisa berjalan dengan baik dan pada usia 4 tahun anak hampir menguasai cara jalan orang dewasa. Usia 5 tahun anak sudah terampil menggunakan kakinya untuk berjalan dengan berbagai cara, seperti maju dan mundur, jalan cepat dan pelan, melompat dan berjingkrak, berlari kesana-kemari, memanjat dsb yang kesemuanya dilakukan dengan lebih halus dan bervariasi. Untuk lebih jelasnya berikut tabel perkembangan motorik masa anak-anak awal:

Usia (Tahun)

Motorik kasar

Motorik Halus

2,5 – 3,5

-Berjalan dengan baik,

-Meniru sebuah lingkaran

-dapat makan menggunakan sendok

-berlari lurus ke depan

-tulisan cakar ayam

-menyusun beberapa kotak

3,5 – 4,5

-Berjalan dengan 80% langkah orang dewasa,

-melempar dan menangkap bola besar tapi lengan masih kaku

-meniru bentuk sederhana,

-berlari 1/3 kecepatan orang dewasa

-Mengancingkan baju,

membuat gambar sederhana.

4,5 – 5,5

-Menyeimbangkan badan di atas satu kaki,

-dapat berenang di air yang dangkal

– meniru angka dan huruf sederhana

-berlari jauh tanpa jatuh,

-Menggunting , menggambar orang

-membuat susunan yang komplek dengan kotak-kotak.

Kemampuan Bicara

Saat anak usia 2 tahun, bentuk-bentuk komunikasi prabicara sudah mulai ditinggalkan. Anak tidak lagi mengoceh, tangis pun sudah mulai berkurang. Anak mungkin menggunakan isyarat tetapi fungsinya sebagai pelengkap bicara untuk menekankan arti kata yang diucapkan bukan sebagai pengganti bicara.

Awal masa kanak-kanak merupakan saat dimana penguasaan tugas pokok dalam belajar berkembang pesat, yaitu menambah kosa kata, menguasai pengucapan kata-kata, dan menggabungkan kata-kata menjadi kalimat. Dalam penguasaan pengucapan kata-kata, anak-anak masih sulit mengucapkan huruf z, w, d, s, g, r, k dan kombinasi huruf seperti st, str, dr, fl. Anak usia dua tahun sudah mulai bisa membentuk kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata benda. Anak tiga tahun sudah mampu membentuk kalimat yang terdiri dari enam sampai delapan kata.

Selama masa anak awal ini anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara.

Hal ini disebabkan dua hal:

· pertama karena bicara merupakan sarana pokok untuk sosialisasi dengan teman-temannya sehingga ia akan lebih adakan berkomunikasi dengan teman-teman sebaya, kontak sosial, dan lebih mudah diterima sebagai anggota kelompok.

· kedua belajar bicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian. Anak yang tidak mampu mengemukakan keinginannya atau yang tidak berusaha untuk bisa dimengerti oleh orang lain cenderung diperlakukan sebagai bayi sehingga tidak bisa mencapai kemandirian.

Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak-anak harus menguasai dua hal:

· pertama meningkatkan kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain.

· kedua kemampuan untuk meningkatkan kemampuan bicara sehingga bisa dimengerti orang lain.



3. PERKEMBANGAN EMOSI

Selama masa kanak-kanak pola emosi anak sangat kuat hal ini terutama disebabkan karena anak masih labil dan belum seimbang sehingga mudah meledak-ledak. Hal ini mengakibatkan anak sangat sulit dibimbing dan diarahkan. Secara umum terjadi pada masa anak awal namun nampak jelas pada anak usia 2,5 – 3,5 tahun dan usia 5,5 sampai 6,5 tahun.

Pola-pola emosi yang umum pada anak:

A. Marah

Selama masa anak awal kondisi emosi anak sangat kuat. Anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit diarahkan. Sering terjadi anak ngambek, marah dan berteriak-teriak karena suatu hal yang sepele. Ketika orang tua berusaha membujuknya, anak justru semakin meledak marahnya, memukul atau melempar apa saja yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal:

1. pertama anak mengalami frustasi dengan keadaannya sedangkan dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata atau ekspresi yang diinginkannya.

2. Kedua, bisa juga karena anak merasa terlalu dibatasi padahal anak merasa mampu melakukan banyak hal.

3. Kemungkinan ketiga bila anak tidak dapat melakukan sesuatu padahal ia yakin bisa melakukannya.

4. Keempat, ledakan emosi juga bisa terjadi karena anak kecapean, tidak mau tidur siang dan kurang makan akibat terlalu asik bermain.

Ledakan emosi kebanyakan lebih disebabkan karena masalah psikologis daripada fisiologis. anak mengungkapkan marah dengan nangis, teriak, melompat, memukul, menendang dsb.


B. Takut

Wajar jika anak memiliki rasa takut. Bentuknya juga macam-macam. Yang jelas, bila ia tak dibantu mengatasi ketakutannya, bisa mengalami fobia. Ketakutan merupakan suatu keadaan alamiah yang membantu individu melindungi dirinya dari suatu bahaya sekaligus memberi pengalaman baru. Pada sejumlah anak, rasa takutnya masih sebatas pada hal-hal spesifik seperti takut pada anjing, gelap, atau bertemu orang asing. Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi atau tak mau lepas dari orang tuanya.

C. Cemburu

Anak menjadi cemburu bila ia mengira perhatian orang tuanya beralih pada orang lain di keluarga biasanya kepada adik yang baru lahir. Cemburu muncul karena posisinya sebagai anak kesayangan mulai terancam dan tersaingi. Tahapan perkembangan adik yang masih bayi menarik perhatian seluruh keluarga. Kondisi inilah yang paling sering memicu kecemburaan pada kakak.


D. ingin tahu

anak memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru. Reaksi terhadap rasa ingin tahu itu adalah dengan penjelajahan sensorimotor maupun verbal dengan cara bertanya. Menurut para ahli perkembangan anak, ada dua alasan mengapa anak usia 3 sampai 5 tahun senang sekali bertanya.

1. Pertama, pada usia ini, mereka memiliki rasa ingin tahu alamiah yang sangat penting bagi perkembangan mental mereka. Munculnya rentetan pertanyaan ini adalah tanda bahwa anak sedang mengalami perkembangan intelektual yang pesat. Sebelumnya, anak mudah menerima segala sesuatu sebagaimana adanya. Namun seiring dengan kematangan mentalnya, anak membutuhkan penjelasan yang lebih.

2. Kedua, pada usia ini, seiring dengan perkembangan bahasa dan pemahamannya anak memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk melakukan percakapan dengan orang tuanya dan juga mendapatkan perhatian dari anda.


E. Iri

Anak-anak sering menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain atau bila orang lain memiliki kemampuan yang lebih dibanding dirinya, inilah iri.

F. Gembira

Emosi yang menyenangkan yang dialami anak. Dapat berbentuk kepuasan hati. Anak mengungkapkan kegembiraan dengan cara tersenyum, tertawa, tepuk tangan, melompat, memeluk orang atau benda yang membuatnya bahagia.


G. Sedih


Sedih adalah trauma psikis yang disebabkan karena kehilangan sesuatu yang dicintainya atau berharga bagi dirinya. Dalam bentuk yang lebih ringan keadaan ini dikenal sebagai kesedihan. Kesedihan merupakan salah satu dari emosi yang paling tidak menyenangkan.

Ciri khas bentuk ekspresi kesedihan

Ekpresi yang terlihat/tampak. Ekpresi yang umum tampak adalah menangis.

Ekspresi yang ditekan. Ekpresi yang ditekan terdiri atas keadaan apatis yang umum yang ditandai oleh hilangnya minat terhadap hal-hal ynag terjadi didalam lingkungan, hilangnya selera makan, sukar tidur, kecenderungan mengalami mimpi yang menakutkan dan menolak untuk bermain-main.


H. Menyayangi

Anak belajar mencintai orang, binatang atau benda yang menyenangkannya. Anak mengungkapkan rasa sayangnya dengan memeluk, menepuk atau mencium objek kasih sayangnya.

SOSIAL ANAK

Antara usia 2-3 tahun anak menunjukkan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan berusaha mengadakan kontak sosial dengan mereka. Ada dua pola bermain pada anak:
1. bermain sejajar
yaitu bermain sendiri-sendiri tidak bermain dengan anak yang lain. Kalaupun ada kontak sering terjadi perkelahian bukan kerjasama.
2. bermain asosiatif
anak terlibat dan menjadi bagian dari kegiatan bermain.

4. PERKEMBANGAN KOGNITIF

Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah hasil interaksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan. Fokus perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran seseorang mulai anak-anak sampai dewasa. Ada tiga perbedaan cara berfikir yang merupakan prasyarat perkembangan operasi formal, yaitu: gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewasa.

Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu :
1) lingkungan fisik
2) kematangan
3) pengaruh sosial
4) proses pengendalian diri (equilibration)
(Piaget, 1977)
Tahap perkembangan kognitif :
1) Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
2) Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
3) Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
4) Periode operasi formal

Menurut Piaget, perkembangan kognitif pada masa anak-anak berada pada tahap praoperasional, yang berlangsung pada usia 2-3 sampai 7-8 tahun. Pada tahap ini konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, terbentuknya keyakinan terhadap hal yang magis. Kata pra dalam istilah praoperasional menunjukkan bahwa pada tahap ini menunjukkan keterbatasan anak dalam pemikiran. Istilah operasional menunjukkan aktivitas mental yang memungkinkan anak untuk memikirkan peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Pemikiran praoperasional merupakan suatu masa tunggu yang singkat bagi pemikiran operasional, mencakup transisi dari penggunaan simbol-simbol primitif ke arah yang lebih maju. Tahap pemikiran praoperasional dibagi ke dalam dua subtahap: prakonseptual dan pemikiran intuitif.


Prakonseptual (2-4 tahun)


Subtahap prakonseptual disebut juga dengan pemikiran simbolik (symbolic thought), karena karakteristik utama subtahap ini ditandai dengan munculnya sistem-sistem lambang atau simbol seperti bahasa. Pada subtahap ini anak-anak mengembangkan kemampuan untuk menggambarkan atau membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada (tidak terlihat) dengan sesuatu yang lain. Misalnya, pisau yang terbuat dari plastik adalah suatu yang nyata, mewakili pisau yang sesungguhnya. Kata pisau sendiri bisa mewakili sesuatu yang abstrak, seperti bentuknya atau tajamnya.
Kemunculan pemikiran simbolis pada subtahap ini dianggap sebagai pencapaian kognitif yang paling penting. Melalui pemikiran simbolis, anak-anak prasekolah dapat mengorganisir dan memproses apa yang mereka ketahui. Anak akan dapat mengingat kembali dan membandingkan objek-objek dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh jika objek dan pengalaman tersebut memiliki nama dan konsep yang dapat menggambarkan karakteristiknya.

Simbol-simbol juga membantu anak mengkomunikasikan kepada orang lain tentang apa yang mereka ketahui sekalipun dalam kondisi yang jauh berbeda dengan pengalaman sendiri. Komunikasi yang didasarkan atas pengalaman pribadi akan membantu perkembangan hubungan sosial diantara anak-anak. Disamping itu komunikasi juga membantu perkembangan kognitif apabila anak-anak dibiarkan belajar dari pengalaman orang lain. Singkatnya komunikasi memungkinkan seorang anak untuk belajar dari simbol-simbol yang diperoleh melalui pengalaman orang lain. Percepatan perkembangan bahasa dalam fase prakonseptual dianggap sebagai hasil perkembangan simbolisasi.


Subtahap intuitif (4-7 tahun)


Dalam subtahap ini meskipun aktivitas mental tertentu seperti cara-cara mengelompokkan, mengukur atau menghubungkan objek terjadi, tetapi anak-anak belum begitu sadar mengenai prinsip-prinsip yang melandasi terbentuknya aktivitas tersebut. Walaupun anak dapat memecahkan masalah yang berhubungan dengan aktivitas ini, namun ia tidak bisa menjelaskan alasan yang tepat untuk pemecahan masalah suatu masalah menurut cara-cara tertentu. Jadi walaupun simbol-simbol anak meningkat kompleks namun proses penalaran dan pemikiran masih memiliki ciri-ciri keterbatasan tertentu. Sebagian dari keterbatasan itu direfleksikan dalam ketidakmampuan anak praoperasional untuk mengelompokkan berbagai hal berdasarkan dimensi tertentu. Seperti mengelompokkan tongkat menurut urutan dari yang paling pendek ke yang paling panjang. Karakteristik lain dari pemikiran praoperasional adalah pemusatan perhatian pada satu dimensi dan mengesampingkan semua dimensi yang lain. Karakteristik ini diistilahkan Piaget dengan centration (pemusatan). Pemusatan terlihat jelas pada anak yang kekurangan konservasi (conservation), yaitu kemampuan untuk memahami sifat-sifat atau aspek-aspekttt dari suatu objek atau stimulus tetap tidak berubah ketika aspek-aspek lain mengalami perubahan. Dalam suatu percobaan Piaget memperlihatkan kepada anak 2 gelas berisi cairan yang sama tingginya. Kepada anak ditanyakan, apakah kedua gelas itu berisi cairan dengan jumlah yang sama? Anak menjawab sama. Kemudian pada anak disuruh menuang sendiri salah satu isi gelas tersebut ke gelas yang lebih pendek dan lebih lebar, kemudian ditanya lagi mana yang lebih banyak isinya? Gelas yang pertama atau yang kedua? Anak akan menjawab gelas yang pertama lebih banyak karena permukaannya lebih tinggi. Di sini terlihat bahwa kemampuan anak di bawah 7 tahun terpusat hanya pada satu dimensi persepsi saja.

5. KESULITAN BELAJAR DAN JENIS-JENIS KESULITAN

Inti dari proses belajar adalah pengolahan informasi pada proses pembelajaran yang terdiri dari beberapa tahapan. Kasukaran belajar dapat dikelompokkan berdasarkan tahapan-tahapan dalam pengolahan informasi.

1. Input :

Kesukaran belajar pada kategori ini berkaitan dengan masalah penerimaan informasi melalui alat indera, misalnya persepsi visual dan auditory. Kesukaran dalam persepsi visual dapat menyebabkan masalah dalam mengenali bentuk, posisi, atau ukuran objek yang dilihat. Kesukaran dalam persepsi auditory dapat menyebabkan kesulitan untuk fokus kepada salah satu stimulus suara, misalnya suara guru.

2. Integration

Tahap ini berkaitan dengan masa selama informasi diinterpretasikan, dikategorikan, diurutkan, atau dihubungkan dengan proses belajar di masa sebelumnya. Siswa yang mengalami masalah dalam kategori ini kemungkinan kesulitan dalam bercerita secara runtut, kurang mampu mengingat informasi secara berurutan misalnya urutan hari dalam seminggu, mampu memahami konsep yang baru namun kesulitan untuk mengeneralisasikan dengan konsep lain.

3. Storage

Tahap ini berkaitan dengan memori/ingatan. Kebanyakan masalah dalam kategori ini berkaitan dengan short-term memory yang membuat seseorang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi baru tanpa banyak pengulangan. Misalnya kesukaran dalam memori visual mempengaruhi proses belajar dalam mengeja.

4. Output

Informasi yang telah diproses oleh otak akan muncul dalam bentuk respon melalului kata-kata, yaitu output bahasa, aktivitas otot, misalnya gesturing, menulis, atau menggambar. Kesulitan dalam output bahasa mengakibatkan masalah dalam bahasa lisan, misalnya menjawab pertanyaan yang diharapkan dimana seseorang harus menyampaikan kembali informasi yang disimpan, mengorganisasikan bentuk pikirannya dalam bentuk kata-kata. Hal yang serupa juga terjadi bila masalah menyangkut bahasa tulis. Kesulitan dalam kemampuan motorik menyangkut kemampuan motorik kasar dan halus.

Jenis-jenis Kesukaran Belajar

A. Pengenalan (kognitif)

Yang termasuk gejala-gejala ini diantaranya:

a. Pengamatan

Pengamatan ialah usaha manusia untuk mengenal dunia riil, baik mengenai diri sendiri maupun mengenal dunia sekitarnya melalui panca indra yaitu dengan ; melihat, mendengar mendengar , membau, meraba, dan pencecap.

Agar orientasi pengamatan dapat berhasil dengan baik, diperlukan aspek pengaturan terhadap objek yang diamati, yaitu:

1. Aspek ruang. Menurut sudut pandang ruang ini, dunia pengamatan dilukiskan dalam pengertian-pengertian ; atas-bawah, kiri-kanan, jauh-dekat, tinggi-rendah, dan sebagainya. Kalo tidak ada pengaturan dari segi ruang, maka orientasi pengamatan individu tidak akan sempurna. Misal melihat pencuri – dimana?

2. Aspek waktu. Menurut sudut pandang waktu, dunia dilukiskan dalam pengertian-pengertian ; masa lampou, masa kini, dan masa yang akan datang. Misal melihat – pencuri kapan?

3. Aspek gestal. Menurut sudut pandang gestal, objek yang kita amati diartikan sebagai suatu kesatuan yang utuh bukan sebagai bagian yang terpisah misal ; melihat rumas sebagai suatu bangunan yang utuh bukan dipandang sebagai paku, batu batanya dan sebagainya.

4. Aspek arti. Menurut sudut pandang arti, objek yang kita amati diberi arti menurut pandangan kita misal; sebuah pabrik dan sekolah, dari segi bangunan banyak memiliki persamaan tetapi dipandang dari segi arti menunjukan hal yang sangat berbeda.

Selain itu pengmatan dapat dibedakan berdasarkan:

1. Pengamatan visual, merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh indra mata

2. Pengamatan audio, merupakan pengamatan yang dilakukan oleh indra telinga

3. Pengamatan audio visual, merupakan pengamatan yang dilakukan oleh indra mata dan telinga

4. Pengamatan olfatorik, merupakan pengamatan yang dilakukan oleh indra hidung

5. Pengamatan gustatif, pengamatan yang dilakukan oleh indra pencecap

6. Pengamatan taktil, pengamatan yang dilakukan oleh indra peraba.

b. Tanggapan

Tanggapan adalah bayangan atau kesan yang tertinggal didalam ingatan kita setelah kita melakukan pengamatan terhadap suatu objek. Menurut Suryabrata (1991), tanggapan dibedakan menjadi 3 jenis:

1. Tanggapan masa lampoau

2. Tanggapan masa yang akan datang

3. Tanggapan masa kini

c. Ingatan

Ingatan adalah kemampuan rokhaniyah untuk mencamkan, menyimpan dan mereproduksi kesan-kesan.

Ada 3 aspek yang yang berpungsi dalam ingatan

1. Mencamkan (stimulus)

2. Menyimpan (perekaman)

3. Mereproduksi (respon)

Mencamkan adalah aktivitas dalam belajar dimana subjek menerima kesan-kesan yang kemudian disertai dengan menyimpan dimana subjek menyimpan hal-hal yang telah dipelajari (retention) kemudian diikuti dengan kegiatan reproduksi atau menimbulkan kembali kesan-kesan yang pernah di miliki (remembering).

Sesuai dengan kemampuan masing-masing individu dalam menerima kesan, ada orang yang mudah memasukan kesan dan ada yang sulit. Dalam menyimpan kesan ada orang yang dapat menerima kesan dengan setia (tahan lama) dan ada orang yang hanya sebentar. Demikian juga dengan mereproduksi, ada orang yang dapat melakukan dengan mudah dan cepat, ada juga yang susah dan lambat.

Dalam ingatan kita juga harus membahas mengenai lupa, yang keduanya mempunyai hubungan yang terbalik. Semakin banyak yang kita ingat maka semakin sedikit yang kita lupa demikian juga sebaliknya.

Kelupaan dapat terjadi karena bermacam-macam sebab diantaranya:

a. Sakit keras sehingga otak terganggu

b. Karena kesan yang diterima telah berlangsung dalam waktu yang lama.

c. Karena kesan sudah tidak menarik lagi sehingga sehingga ingatan menjadi tidak setia

d. Karena masuknya tanggapan baru, sehingga tanggapan yang lama terdesak

e. Karena situasi tertentu.

d. Fantasi

Fantasi adalah kemapuan jiwa untuk berorientasi pada dunia imjiner.

Fantasi dibedakan atas:

1. Fantasi yang tidak disadariran (melamun)

2. Fantasi yang disadari (mendengarkan cerita radio)

e. Berfikir

Berfikir merupakan proses dinamis, disini subjek bersifat aktif dalam menghadapi hal-hal yang bersifat abstrak. Pada proses berfikir subyek membuat hubungan antara obyek dengan bagian-bagian pengeteahuan yang sudah dimiliki.

Tipe berfikir :

1. Berfikir replektif

Bila seorang individu ingin mencapai suatu tujuan tertentu tidak dapat dipecahkan dengan pola-pola tingkah laku yang biasa, maka individu tersebut akan mengorganisasikan pikiran-pikirannya melalui cara berpikir yang biasa dilakukan. Jadi hakekat berpikir reflektif adalah kemampuan individu untuk menyeleksi pengetahuan yang didapat yang relvan dengan tujuan masalah.

2. Berfikir kreatif

Dalam berpikir kreatif, proses mental menjadi penentu dari berpikir kreatif. Tugas utama mental dalam hal ini adalah menerima, mengingat, memberi analisa, kritik, dan menggunakan hasil dalam memecahkan problem.

f. Kecerdasan

Kecerdasan adalah kemampuan yang mengendalikan aktivitas-aktivitas dengan ciri-ciri sukar, kompleks, abstrak, ekonomis (tepat), bertujuan, bernilai sosial dan menunjukan adanya keaslian serta kemampuan untuk mempertahankan kemampuan-kemampuan itu dalam kondisi yang memerlukan konsentrasi energi dan berlawanan dengan kekuatan-kekuatan emosional (Crow & Crow, 1991)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan:

1. Faktor bawaan

2. Faktor lingkungan

.

B. Perasaan (afektif)

Perasaan didefinisikan sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif, berhubungan dengan gejala-gejala mengenal, dialami dalam kualitas senang atau tidak senang, dalam berbagai taraf.

Perasaan dibedakan sebagai berikut:

1. Perasaan jasmaniah

a. Perasaan indriah yaitu perasaan yang berhubungan dengan perasaan panca indra seperti sedap, asin, pahit, dan sebagainya.

b. Perasaan vital yaitu perasaan-perasaan yang berhubungan dengan keadaan jasmani seperti perasaan segar, lemah, tak berdaya dan sebagainya.

2. Perasaan rohaniyah

a. Perasaan keagamaan yaitu perasaan senang atau tidak senang dalam hubungan keagamaan.

b. Perasaan intelektual yaitu perasaan senang atau tidak senang yang berkaitan dengan hasil kerja pikiran

c. Perasaan kesusilaan yaitu perasaan senang atau tidak senang yang berkaitan dengan tatakrama.

d. Perasaan keindahan yaitu perasaan senang atau tidak senang yang bertalian dengan seni.

e. Perasaan sosial yaitu perasaa senang atau tidak senang yang berhubungan dengan sesama manusia

f. Perasaan harga diri yaitu perasaan senang atau tidak senang yang bertalian dengan penelitian orang lain terhadap diri kita.

C. Psikomotorik (kehendak)

Gejala psikomotorik atau kehendak disebut juga motif atau alasan pendorong atau dorongan. Motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorongnya untuk melakuakan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Motif digolongkan atas :

1. Motif bawaan

Motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir tanpa dipelajari, misal dorongan untuk makan, minum dan sebagainya.

2. Motif yang dipelajari

Motif yang dipelajari yaitu motif yang timbulnya karena dipelajari misalnya dorongan untuk berteman, bersahabat dan lain-lain

a. Motif juga dapat dibedakan atas:

1. Motif ekstrinsikian (motivasi)

Yaitu moti-motif yang terjadi karena pengaruh rangsangan dari luar misal melakukan sesuatu atas dasar ajakan.

2. Motif intrinsik (motif)

Yaitu motif-motif yang berasal dari dalam diri sendiri misalnya melakukan sesuatu atas dasar kesadaran sendiri.

b. Berdasarkan isi, motif dapat dibedakan

1. Motif jasmaniah, misal refleks, insting, nafsu, hasrat

2. Motif rohaniah, yaitu kemauan. Dalam hal kemauan, berhasil tidaknya suatu perbuatan untuk mencapai suatu tujuan tergantung pada tidaknya kemauan. Ada kemauan yang kuat seseorang memiliki modal yang kuat untuk mencapai tujuan.

D. Campuran (kombinasi)

Gejala campuran ada 3 macam

1. Perhatian. Perhatian merupakan pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek.

Macam-macam perhatian

· Perhatian menurut cara kerjanya.Perhatian spontan dan perhatian refleksi.

a. Perhatian spontan yaitu perhatian yang tidak sengaja atau tidak sekehendak subjek.

b. Perhatian refleksif yaitu perhatian yang disengaja atau sekehendak subjek.

· Perhatiannya menurut intensitasnya.

a. Perhatian intensif, yaitu perhatian yang banyak mmenyertakan aspek kesadaran

b. sebaliknya perhatian tidak intensif tidak banyak menyertakan asfek kesadaran

· Perhatian menurut luasnya.

a. Perhatian terpusat yaitu perhatian yang tertuju pada lingkup objek yan terbatas.

b. Perhatian terpencar yaitu perhatian yang tertuju pada macam-macam objek.

Hal-hal yang menarik perhatian

a. Sudut obyek, hal yang menarik perhatian adalah hal yang keluar dari konteksnya atau lain daripada yang lain.

b. Sudut subyek, hal yang menarik perhatian adalah hal yang mempunyai hubungan dengan pribadi yang memperhatikan.

2. Sugesti

Sugesti adalah pengaruh yang diterima oleh seseorang yang datanggya dari luar atau dari dalam sendiri yang mengesampingkan pikiran, perasaan dan kemauan.

Pada kenyataannya ada orang yang mudah sekali terkena pengaruh seperti anak-anak, dan orang-orang tidak terpelajar yang datang dari dalam diri sendiri dan dari luar diri sendiri.

3. Kelelahan

Kelelahan terjadi bila orang melakukan banyak kegiatan baik yang bersifat rohani maupun jasmani, sedangkan energi yang dipakai untuk melakukan kegiatan tersebut terbatas. Bila sampai pada batas tertentu orang akan mengalami kelelahan baik fisik atau otak.

6. PERKEMBANGAN MORAL

Perkembangan moral masa anak awal masih dl taraf rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar-salah ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti aturan karena tidak mengerti manfaat sebagai anggota kelompok sosial. Awal masa kanak-kanak merupakan masa dimana menurut Piaget disebut sebagai moralitas dengan paksaan. Pada tahap ini anak-anak mengikuti aturan moral tanpa berpikir dan menilai. Ia juga menilai benar dan salah berdasarkan akibat bukan berdasarkan motivasi, perbuatan yang salah adalah perbuatan yang mengakibatkan hukuman.

Kohlberg merinci dan memperluas tahap perkembangan Piaget dengan memasukan dua tahap dari tingkat perkembangan pertama yang disebutnya sebagai moralitas konvensional. Struklur pertimbangan moral (moral judgement) berbeda dengan isi pertimbangan moral (content of moral judgement). Pilihan untuk minum atau tidak minum merupakan isi pertimbangan moral. Adapun dasar pemikiran mengenai pilihan itu merupakan struktur pertimbangan moral. Menurut Kohlberg (Sumantri, 1994) struktur pertimbangan moral itu adalah sebagai berikut:


1. Pra Konvensional (Pre Conventional Level) meliputi:

a. Orientasi kepatuhan karena takut hukuman. Kepatuhan terhadap norma karena takut hukuman fisik.
b. Orientasi kepatuhan karena alat. Mematuhi norma karena mengharapkan sesuatu.

2. Tingkat Konvensional (Conventional Level) meliputi:

a. Orientasi kepatuhan karena ingin diterima orang lain. Menaati norma karena ingin menyenangkan orang lain.
b. Orientasi kepatuhan karena memelihara tertib sosial. Mematuhi hukum ditujukan untuk memelihara tertib sosial.

3. Tingkat Pasca Konvensional (Post Convensional Level)

a. Orientasi kepatuhan kepada kesepakatan sosial yang telah baku. Tindakan yang baik mencerminkan hak-hak individu yang sesuai dengan standar yang telah teruji. Jadi tindakan yang baik itu adalah tindakan yang dapat menerima perubahan hukum apabila hukum itu sudah tidak sesuai lagi.

b. Orientasi pada prinsiprinsip etika universal (Universal Ethical Principle Orientation).Tindakan yang baik itu ialah tindakan yang tidak lagi didasari oleh tertib sosial tertentu, melainkan didasari oleh prinsip-prinsip universal tentang keadilan, resiprositas, hak-hak azasi manusia.

c. Orientasi pada rasa cinta sebagai suatu refleksi. Tindakan yang baik itu adalah tindakan yang berdasar pada keperayaan terhadap Tuhan (supreme policy), dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih dan Tuhan adalah Maha Pemberi Petunjuk. (God is confident dan God is principle behind morality).
Setiap orang akan melalui seluruh struktur pertimbangan moral. Orang di tahap dua hanya dapat memahami tahap ketiga..Orang di tahap satu dimotivasi oleh tahap dua, dan tahap dua oleh tahap tiga dan seterusnya.

Orang yang tidak kuat kognisinya, akan dimotivasi untuk memecahkan masalahnya. Menganalisis pengkutuban ketiga strategi pendidikan moral di atas, maka kita sebagai orang tua yang interest pada pendidikan menganggap bahwa problem dan prosfek anak sesungguhuya tidak hanya terbatas pada aspek pengalaman hidup dan tahap perkembangan moralnya saja, melainkan juga pada aspek pertimbangan moralnya mengapa ia melakukan tindakan tertentu pada situasi tertentu. Memperhatikan pertimbangan anak mengapa ia melakukan suatu tindakan tertentu akan lebih memberi penjelasan kepada kita dibandingkan dengan memperhatikan tindakannya, atau mendengarkan pernyatannya. Sebagai manusia yang beriman, kita yakin bahva tanpa bantuan llahi mustahil kita mencapai pertimbangan moral yang hakiki.Dengan demikian dapat dikatakan bawa pendidikan moral akan berhasil dengan baik apabila berlandaskan pada prinsip-prinsip ajaran Allah Yang Maha :Pengasih dan Maha Pemberi Petunjuk.

Hal-hal yang akan membuat anak senang:
1. Kesehatan yang baik
2. lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang
3. sikap orang tua yang menerima perilaku manja dan kekanak-kanakan dan membimbing berperilaku sosial
4. penegakan disiplin yang terencana dan konsisten, anak mengerti apa yang diharapkan orang tua darinya, perilaku apa yang harus dilakukannya
5. orang tua menunjukkan ekspresi kasih sayang, seperti bangga terhadap prestasi anak, meluangkan waktu dengan anak, melakukan hal-hal yang diinginkan anak
6. harapan-harapan orang tua yang realistis, sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak memperoleh kesempatan yang wajar untuk meraih sukses sehingga mendorong konsep diri yang baik
7. mendorong kreativitas dan menghindari cemoohan dan kritik yang tidak perlu yang akan mengurangi semangat anak untuk kreatif
8. diterima oleh teman-teman dan saudara kandung sehingga anak akan belajar mengembangkan sikap dan perilaku sosial yang baik, hal ini dapat didorong dan dibimbing untuk menyesuaikan diri dengan orang lain dengan cara adanya panutan untuk ditiru
9. suasana rumah yang ceria sehingga anak akan berusaha mempetahankan suasana gembira ini
10. prestasinya dihargai oleh kelompoknya


1 Response to “Awal Masa Kanak-kanak”


  1. 1 pey872
    April 21, 2011 pukul 10:42 pm

    Siapapun yang membutuhkan silahkan coppy. sebagai apresiasi dan penghargaan, tolong tinggalkan coment.
    Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s