26
Feb
09

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Pepi PerdiansyahPendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Masa kanak-kanak antara usia 2-6 tahun sering disebut sebagai periode emas, dimana anak pada usia ini mempunyai keingintahuan yang lebih terhadap sesuatu baik tentang alam dan lingkungannya atau mengenai apapun yang ada dan terjadi dilingkungan sekitarnya.

Selain itu pada usia 2-6 tahun anak sering juga di sebut sebagai:

1. Usia bermain

2. Usia bertanya

3. Usia menjelajah

4. Usia berkelompok

5. Usia meniru

Melihat perkembangannya yang begitu penting dalam pase perkembangan usia ini, maka sangat tepat ketika sekarang banyak bermunculan lembaga pendidikan sekolah usia dini atau lebih di kenal pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kalau melihat proses pembelajaran yang terjadi pada PAUD ini lebih banyak berperan sebagai lembaga pendidikan yang berupaya mengoptimalkan kemampuan anak seoptimal mungkin dalam masa periode emas, sehingga kemampuan anak bisa dikembangkan semaksimal mungkin. Karena meskipun dalam setiap pase-pase perkembangan mempunyai arti yang penting bagi perkembangan selanjutnya, periode inilah yang paling berpengaruh terhadap pase-pase perkembangan selanjutnya.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) lebih mengoptimalkan pendidikan pada aspek kognitif, apektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu lembaga paud harus menyediakan instrumen yang cukup guna memenuhi kebutuhan pembelajaran anak mengenai ketiga aspek itu terutama instrumen yang diperlukan bagi perkembangan psikomotor. Sebagi contoh dalam usia menjelajah; lembaga paud harus menyediakan alat/instrumen pasir atau tanah dalam rangka mengenalkan lingkungan dan manfaat serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sarana dan pra sarana yang digunakan untuk PAUD juga tidak harus selalu berada dalam ruang lingkup yang terbatas seperti hanya dalam ruangan kelas saja, biarkan anak belajar dari lingkungan luar atau sekarang lebih populer kelas alam atau belajar di alam terbuka.

Kehawatiran yang kemudian muncul dari orang tua terhadap pola pendidikan PAUD yang mempasilitasi belajar di alam terbuka biasanya; kehawatiran akan kotor, kuman, sakit dan sebagainya. Sebetulnya, anak memang harus membiasakan diri dalam kondisi alam yang sebenarnya karena dari kondisi alam yang bermacam-macam tersebut daya tahan tubuh, pola adap tasi dan interes akan terbentuk secara alami dan itu akan menjadi pondasi yang kuat bagi anak di kemudian hari.

Saking sayangnya Orang tua terhadap anak jaman sekarang, biasanya lebih cenderung oper proteck yang kemudian lebih mengkhawatirkan kondisi anak yang kotor, kepanasa, bahkan cedera ringan dari pada menghawatirkan kondisi perkembangan anak yang masa ini memang sangat membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang dialami langsung oleh anak sehingga, penyesuaian diri dikemudian hari tidak mengalami hambatan.

Biarkanlah anak bebas, kasih kesempatan kepada anak supaya berinteraksi dengan lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya sehingga anak mendapatkan masukan pengetahuan yang sangat berguna bagi dirinya sendiri dikemudian hari.

Dalam pendidikan anak usia dini, bukan hanya anak saja yang harus di kasih pemahaman tentang segala sesuatu tetapi orang tuannya juga harus diberikan pemahaman dan pendidikan mengenai tahap-tahap perkembangan anak supaya orang tua lebih mengerti kebutuhan anak pada pase-pase perkembangan anak.

Tidak semua orang tua tahu dan memahami tugas-tugas perkembangan anak, oleh karena itu orang tua juga harus diberikan pendidikan mengenai tugas-tugas perkembangan di setiap pase-pase perkembangan supaya orang tua juga ikut berperan aktif dalam membentuk pola kepribadian anak seperti kata John Lock (tabula rasa) bahwa “anak yang dilahirkan kedunia ini seperti kertas putih” yang siap di isi oleh orang tua atau lingkungan sekitar.

Bila perlu lakukan komunikasi dua arah antara pihak orang tua dan pihak sekolah atau lembaga mengenai perkembangan anaknya supaya kebutuhan perkembangan anak terpenuhi secara kognitif, apektif, dan psikomotori. Inilah mungkin yang kemudian menjadi sulit untuk dilakukan, mengingat dalam kenyataanya tidak sedikit orang tua menyekolahkan anak-anaknya kelembaga seperti PAUD play grup tidak semata-mata hanya untuk memberikan kesempatan kepada anaknya berkembang tetapi juga supaya orang tua bebas menjalankan aktifitas rutin tanpa terbebani oleh harus repot-repot mengasuh anak.

Betul memang bahwa pendidikan usia dini dapat mendorong perkembangan anak dari segi kognitif, apektif dan motorik, tetapi yang paling penting dan sangat mendasar bagi perkembangan emosional dan sosial anak adalah pola asuh dan hubungan emosional antara anak dan orang tua terutama hubungan emosional dengan sosok ibu pada usia ini.

Pendidikan anak usia dini memang sangat bagus dan sangat ideal bagi perkembangan anak, tetapi harus dibarengi dengan peranan orang tuo yang aktif.

Terakhir, mudah-mudahan dengan adanya pendidikan anak usia dini ini bisa membentuk generasi yang lebih baik sehingga menghasilkan generasi-generasi berikutnya yang lebih baik pula. Untuk orang tua terutama sosok ibu, kurangi aktifitas diluar rumah yang banyak menyita waktu sehingga kurang memperhatikan anak-anak nya dan harus lebih memperhatikan dan membantu dalam perkembangan anak-anak nya.

kriteria: Pendidikan Anak Usia Dini, Psikologi perkembangan.


1 Response to “Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)”


  1. 1 pey872
    April 21, 2011 pukul 10:32 pm

    Bagi siapa saja yang membutuhkan silahkan coppy. sebagai penghargaan dan rasa terimakasih, dimohon untuk meninggalkan pesan dan komen nya!!!
    terimakasih


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s