12
Feb
09

Perempuan Berkalung Sorban


pey12

Menanggapi penomena pro-kontra tentang Film karya Hanum Bramantyo dengan judul PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN.
Kita harus lebih terbuka dan bijak dalam menyikapi penomena tersebut. kita harus menyadari betul bahwa islam mengajarkan sesuatu kepada kita dan memberikan tuntunan berdasarkan standar paling ideal yang ada di muka bumi sampai detik ini yang tertuang dalam AL-Qur’an dan Sunnah Rasul. Melihat tayangan filem tersebut kita harus terbuka secara lapang dada bahwa apa yang digambarkan dalam film tersebut merupakan gambaran dalam kehidupan nyata, disadari atau tidak disadari masih ada dan terjadi sampai detik ini. Tetapi terkadang kita sebagai umat muslim menutup mata mata kepada hal-hal yang kurang menyenangkan bahkan menyimpang, kita terkadang tidak mau disebut salah karena kita merasa kita benar, padahal belum tentu apa yang kita lakukan itu benar sesuai dengan aturan. Celakanya kita kadang baru mempunyai niat baik saja sudah merasa paling baik dan betul padahal pelaksanaanya tidak sesuia dengan apa yang kita niatkan. Kita hanyalah manusia biasa tempatnya salah tapi kadang kita sendiri tidak mau mengakui kesalahan kita.
Betul memang, kita haruslah patuh dan tunduk kepada guru, kiayi, atau ustad selama mereka benar dan sesuia dengan aturan yang tertuang dalam AL-Qur’an dan AS-Sunnah. Kalau sudah menyimpang, apakah kita harus tunduk dan mengikutinya??
mereka juga sama manusia biasa, sama seperti Nabi Muhammad. SAW merupakan manusia biasa, tapi bedanya Beliau sudah melalui proses penyucian jiwa.
Ada kasus beberapa waktu yang lalu, Guru ngaji tega menghamili muridnya sendiri, dan ini terjadi dilingkungan kita, apakah kita juga harus mebenarkan perilaku tersebut dan menurutinya? Jawabanya tentu tidak.
Contoh lain, kita sering menjumpai tulisan di dinding “Kebersihan Sebagian Dari Iman” tapi dibawah tulisan dan di sekitar tulisan tersebut sampah berserakan di mana-mana.
Oleh karena itu, kapasitas saya disini bukan posisi sebagai yang pro atau tidak tetapi lebih kepada mengajak kita semua termasuk saya sendiri untuk lebih objektif dalam menyikapi suatu persoalan.
Ambil hikmahnya, Seandanya itu salah akuilah bahwa itu salah kemudian cepat perbaiki dan usahakan untuk tidak mengulanginya kembali. Serta kita harus sadari betul bahwa apa yang digambarkan dalam filem itu masih ada sampai detik ini.
Ahir kata semoga kita selalu berubah menuju ke kebaikan “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” Amin….!


2 Responses to “Perempuan Berkalung Sorban”


  1. 1 trias
    Juli 7, 2009 pukul 2:09 pm

    suka dg semua karya anda…
    tergolong orang yang berbakat


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s