11
Feb
10

RAHASIA DIBALIK KESUKSESAN THE FOUNDING FATHER


RAHASIA DIBALIK KESUKSESAN

THE FOUNDING FATHER

Sampoerna merupakan perusahaan penghasil rokok tertua dan terbesar se-asia tengara. Melihat eksistensi yang begitu kuat sampai sekarang di bawah tekanan dan himpitan perubahan jaman dan persaingan yang begitu kuat dan hebatnya dari para kompetitor. Saya berpikir dan bertanya, apa rahasia dibalik kesuksesan yang dialami oleh perusahaan sampoerna?

Sampoerna merupakan perusahaaan keluarga yang paling sukses dalam bidangnya dibandingkan dengan perusahaan lainnya yang sejenis dan non sejenis. Namun bukan berarti sampoerna tidak pernah mengalami kebangkrutan atau pailit. Sampoerna pernah  tercatat mengalami pailit setelah kematian Liem Seeng Tee. Dia adalah motor utama penggerak sampoerna. sepeninggalan Leam Seeng Tee penerusnya mengalami kehilangan arah dan sempat dinyatakan sampoerna mengalami pailit. Selain itu juga aset-asetnya pernah dijual untuk menutupi biaya oprasional sampai ke tahap bahan baku. Kalaulah bahan baku sudah terjual maka tidak ada lagi barang yang akan di produksi oleh sampoerna otomatis kegiatan produksi berhenti total. Namun kesulitan tidak hanya dialami oleh penerus dari keluarga sampoerna melainkan ketika Liem Seeng Tee masih memegang sumbu kekuasaan juga sempet mengalami kesulitan beberapa kali. Jaman kepeminpinan Liem Seeng Tee, sampoerna pernah mengalami kehancuran sebanyak dua kali yaitu pada waktu penjajahan jepang dan pada jaman era nasakom. Kedua jaman itu berhasil menghentikan aktifitas produksi dan mengalami kerugian yang sangat besar bahkan Liem Seng Tee dua kali masuk penjara dan pernah menjadi romusa pada jaman jepang.

Walaupun beberapa kali sampoerna mengalami pasang surut tetapi ternyata sampoerna mampu bangkit kembali dan bertahan di posisinya sebagai perusahaan penghasil rokok terbesar dan tertua yang masih bertahan. Rahasia dibalik eksistensinya adalah:

  1. Dilihat dari sosok pribadi sang pemimpin:
  1. Disiplin

Kedisiplinan ini tercermin dari cara kepemimpinan liem sieng tiee yang selalu memperhatikan waktu. Dari mulai pagi hari sampai sore liem sieng tiee selalu hadir paling awal dan pulang paling akhir.

  1. Kerja keras

Liem seeng tee pada awalanya seorang pedagang tembakao emperan dengan memanfaatkan teras kios orang lain sampai akhirnya berhasil menjadi pengusaha sukses sebagai pemilik sekaligus top manager perusahaan besar sampoerna sekarang. Meskipun  waktu itu Liem Seeng Tee adalah pemilik sekaligus manager utama sampoerna waktu itu tetapi  beliau tidak segan-segan untuk ikut mengawasi para pekerja dan sekaligus ikut serta mengerjakan apa yang dikerjakan oleh para karyawannya seperti melinting rokok sampai berkeliling memasarkan produk yang dihasilkannya sendirian. Semangat inilah yang mungkin tidak kita temukan pada pengusaha sekarang.

  1. Motivasi tinggi

Tidak hanya itu, seorang pemimpin seperti Liem Seng Tee adalah orang yang mempunyai dorongan semangat motivasi yang sangat tinggi untuk memajukan perusahaannya, karena dalam pandangannya usaha yang dijalankannya ini bukan sekedar demi keuntungan pribadi dan keluarga tetapi juga memikirkan orang lain yang menggantungkan hidup pada dirinya.

  1. Mempunyai ambisi

Tidak hanya berhenti di motivasi beliau mempunya energi untuk menjadikan keinginan dan harapanya menjadi kenyataan. Bukan hanya terpaku pada cita-cita dan angan-angan belaka tetapi dia mempunyai dorongan unuk sampai pada mewujudkan apa-apa yang dicitacitakannya.

  1. Perenungan

Setelah melakukan rentetan aktifitas di atas, Liem Seeng Tee selalu melakukan perenungan untuk mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang berhasil dari aktifitasnya.

  1. Menerima kegagalan sebagai pengalaman yang baru

Kegagalan yang dialami oleh Liem Seng Tee dikemas menjadi pengalaman baru yang tidak ditinggalkan melainkan dikaji lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan hal itu tidak berhasil, tentunya sambil melihat realita dilapangan dan disesuaikan dengan keadaan pada waktu itu. Kemampuan menganalisis inilah yang menyebabkan sampoerna bertahan menjadi perusahaan besar.

  1. Dilihat dari segi kepemimpinan Liem seeng Tee:
  1. Memiliki jiwa kebersamaan

Dalam jiwa kebersamaan, liem sieng tiee menerapkan strategi keuntungan bersama dan tidak pernah membedakan secara personal antara top manager dengan karyawan dibawahnya. Beliau menganggap karyawannya sebagai keluarganya sendiri yang selalu mendapatkan hak-haknya jauh lebih banyak dari yang seharusnya diterima karyawan.

  1. Memiliki kepedulian terhadap keluarga, karyawan dan lingkungan

Berbeda dengan kepemimpinan pada masa sekarang, Liem Seeng Tee mampu mensinergikan antara keluarga, karyawan dan masyarakat dilingkungan dimana ia tingal. Dimana keluarga, karyawan, dan masyarakat dilingkungannya mendapatkan perhatian dan prioritas yang tidak dibeda-bedakan. Tiga hal ini yang selalu di junjung tinggi sama Liem Seeng Tiee karena tiga hal inilah yang merupakan aspek penting dalam eksistensi perusahaan, sehingga siapa pun yang berada di dekatnya merasa nyaman.

  1. Melakukan hubungan secara personal terhadap karyawan

Dalam hal ini liem seeng tiee tidak segan-segan untuk berkomunikasi dengan karyawanya dimana pun ia berada, bahkan tidak segan-segan menolong dan membimbing karyawan ketika karyawannya mengalami kesulitan baik dalam hal kesulitan pribadi terlebih dalam hal kesulitan pekerjaan.

  1. Memberikan penghargaan kepada karyawan

Budaya inilah yang sekarang tidak kita temukan dalam banyak hal. Liem Seeng Tee sangat menghormati karyawanya. Beliau berinisiatif memberikan penghargaan kepada karyawannya yang dianggap pantas untuk mendapatkannya terutama karyawan yang dianggap mempunyai prestasi. Cara inilah yang pada akhirnya perusahaan mendapatkan loyalitas dan kinerja yang maksimal dari karyawannya. Sebagai contoh; ketika moneter terjadi di tahun sembilan puluhan, sampoerna menaikan gaji karyawan sebesar empat kali lipat padahal pada waktu itu perekonomian tidak setabi.

  1. Dilihat dari segi produk yang dihasilkan, sampoerna mempunyai:
  1. Mempunyai ciri khas

Produk sampoerna mempunyai ciri khas yang berbeda dari produk manapun. Ini lah yang menjadikan orang selalu setia mengkonsumsi produk sampoerna terutama dji sam soe. Produk sampoerna mengedepankan cita rasa khas yang tinggi, dimana kunci keberhasilan ditekankan pada kualitas rasa yang benar-benar diperhatikan dan terjaga. Kualitas rasa ini tidak dirubah sedikitpun dengan menambah atau mengurang rasa itu sendiri. Hal ini lah yang sangat dinantikan oleh konsumen.

  1. Konsisten

Konsistensi rasa yang ditonjolkan dari pertama sampai sekarang sudah benar-benar teruji sehingga menjadikan suatu hal yang dicari dan dinantikan banyak orang dan sudah tidak diragukan lagi. Untuk menjaga konsistensi rasa yang dihasilkan, Liem Seeng Tee tidak segan untuk mengontrol langsung dan mengerjakan sendiri guna memberikan contoh bagaimana menghasilkan produk yang bagus dan konsisten.

Dilihat dari proses penjualan atau marketing liem seeng tee menekankan pada tiga hal yang dilambangkan sebagai tiga telapak tangan yang melingkar dan mengarah ke tiga arah yang berbeda yang sekarang kita lihat di semua kemasan produk yang dihasilkan:

  1. Menguntungkan produsen

Dalam tahap ini liem seeng tee selalu mengedepankan keuntungan bersama antara pemilik dan para karyawan, dimana apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka karyawan dan pemilik harus ikut merasakan keuntungan tersebut.

  1. Menguntungkan pedagang

Dalam hal pemasaran liem seeng tee, juga mementingkan unsur keuntungan bagi para pedagang, dimana para pedagang tersebut dianggap sebagai kepanjangan tangan perusahaan. Oleh karena itu keuntungan atau laba untuk para penyalur dan pedagang selalu diperhatikan oleh Liem Seeng Tee sehingga terjadi kestabilan harga di pasaran guna memberikan keuntungan bersama, Karena apabila para pedagang mengalami kerugian maka sudah otomatis perusahaan dirugikan karena berkurangnya staf penjualan yang menyebabkan aliran produksi terhambat.

  1. Menguntugkan konsumen

Konsumen dalam hal ini diuntungkan oleh produk yang bagus tanpa dikurangi kualitasnya sedikitpun sehingga uang yang dikeluarkan untuk membeli produk dari sampoerna sesuai dengan apa yang konsumen dapatkan bahkan jauh melampaui harapan konsumen.

Keberhasilan sampoerna terletak pada keberhasilan mengikuti perubahan jaman dalam mengelola manageman perusahaan dan juga dalam hal promosi dan pemasaran sehingga sampoerna dirasakan dekat dengan masyarakat dimanapun berada tanpa merubah kualitas dari produk yang dihasilkan.

Membangun kredibilitas institusional juga merupakan faktor penting yang di lakukan oleh sampoerna. Membangun kredibilitas berarti menjadikan suatu cita-cita terwujud. Ada tiga faktor dalam kredibilitas:

  1. Kejujuran

Sampoerna sejak awal tidak pernah menjajikan suatu produk yang terbaik, tetapi sampoerna mewujudkan dengan memakai kualitas tembakao no satu dan di tambah dengan saus racikan dari bahan rempah-rempah terbaik dalam produk jee sam soe. Sehingga jee sam soe mempunyai konsumen yang loyal karena rasa yang di hasilkan sempurna sehingga konsumen enggan untuk berpaling ke rokok yang lain.

  1. Kompetensi

Sampoerna sejak awal tetap berupaya meningkatkan kompetensi karyawan dengan berusaha meningkatkan kemampuan karyawan dalam melakukan produksi dan kualiti kontrol yang langsung dilakukan oleh masing-masing karyawan, sehingga proses produksi yang dimulai dari pelintingan sampai menguji kualitas bisa dilakukan oleh seluruh karyawan sendiri.

  1. Inopasi

Pemimpin seperti leam seng tee merupakan sosok pemimpin yang inspirasi dengan melakukan kerja berkeliling bersama-sama mengontrol setiap bagian dan di setiap sudut produksi. Sifat bersahaja dan keakraban yang di tunjukan oleh leam seeng tee dengan tidak malu membetulkan pekerjaan yang salah menjadikan seluruh karyawan terinspirasi oleh kerja kerasnya dan tidak pandang bulu.

Pertanyaan besar ditunjukan kepada PT.HM. SAMPOERNA sekarang adalah, masih kah sang founding father menjadi rooh di kerajaan sampoerna sekarang?

Referensi:

Hermawan kertajaya Y.S. 2005. 4-G Marketing; A 90-year Journey of Creating Everlasting Brands. Ikrar Mandiri. jakarta

27
Feb
09

Kasus Inces


Pepi Perdiansyah

Pepi Perdiansyah

CONTOH KASUS INCES

Oleh : Pepi Perdiansyah

Beberapa bulan yang lalu, di daerah kami dikejutkan oleh suatu kejadian yang luar biasa, sangat memprihatinkan dan bisa dibilang tidak manusiawi. Kejadian seorang ayah yang tega menggauli putri kandungnya sendiri, sampai akhirnya hamil dan melahirkan bayi laki-laki.

Sebelumnya memang hubungan suami istri ( orang tua anak )ini kurang harmonis, bahkan sudah bercerai ketika putrinya masih kecil. Akhirnya ibu kandungnya yang membesarkan dan membiayainya. Ketika beranjak dewasa ayahnya sering datang dan sering membawa putrinya tersebut pergi kemana-mana dengan alasan ingin mengurus anaknya karena mengaku dari kecil tidak pernah mengurusnya. Namun setelah beberapa bulan, anak tersebut mengalami perubahan secara fisik maupun psikologisnya. Awalnya ketika ditanya anak tersebut tidak menjawab karena takut, malu dan diintimidasi oleh ayahnya. Tetapi akhirnya dia mengaku dan mengatakan bahwa yang menghamilinya adalah ayahnya sendiri.

Mengamati kasus seperti ini maka saya menganalisa beberapa faktor yang bisa menjadi faktor penyebabnya, diantaranya :

1. Lingkungan keluarga

2. Pendidikan

3. Keadaaan ekonomi keluarga

4. Lingkungan masyarakat

Perkembangan psikologis anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Dalam fase perkembangan akhir masa anak-anak, seorang anak sudah mulai mengenal peran sosial antara laki-laki dengan perempuan. Orang tua selengkapnya adalah seorang ayah dan ibu yang membesarkannya. Tetapi dengan kasus perceraian yang terjadi dengan orang tuanya menyebabkan si anak tidak memiliki keluarga yang lengkap (single parent). Pada masa ini ada kecenderungan anak tersebut kehilangan sosok ayah yang bisa dijadikan figur ayah di masa perkembangannya, sehingga si anak tidak tahu bagaimana persisnya peranan seorang ayah di dalam sebuah keluarga. Kehilangan sebuah pigur ayah dalam keluarga akan berakibat buruk pada anak, yaitu si anak akan mencari figur seorang ayah di luar atau lebih jauhnya lagi anak akan menjadi minder untuk bergaul dan bersosialisasi dengan teman-temannya ataupun dengan orang-orang di sekitarnya.

Perekonomian keluarga juga menjadi salah satu faktor penentu perkembangan anak baik secara fisik maupun psikologis. Perekonomian keluarga yang mapan adalah tolak ukur yang ideal, dimana segala kebutuhan anak dapat tercukupi terutama segi fisik. Sebaliknya perekonomian keluarga kurang mendukung dapat menyebabkan perkembangan anak terganggu terutama dari segi psikisnya dimana anak menjadi minder dan menarik diri dari lingkungan. Dalam kasus ini, saya melihat faktor ekonomi juga menjadi salah-satu penyebab terjadinya perilaku menyimpang tersebut karena keluarga ini segi perekonomiannya sangat kurang bahkan untuk menutupi kebutuhan makan sehari-harinya saja ibunya sudah banting tulang menjadi tukang pencuci pakaian di rumah-rumah tetangga. Memang dalam hal ekonomi sangat memprihatinkan sehingga mungkin tidak ada waktu untuk mengurus hal-hal lain selain memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kecenderungan anak untuk menarik diri dari lingkungannya akan mengurangi pengetahuan dan cara pandangnya tentang beberapa hal, terutama hal yang tidak diajarkan di sekolah tetapi sangat penting untuk diketahui yaitu sosialisasi, sehingga besar kemungkinan untuk terjadi penyimpangan perilaku anti sosial. Hal ini menyebabkan kurangnya informasi yang didapat seorang anak dan menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan pada apa yang dia lihat dan dengar secara minim.

Pemahaman tentang agama pertama kali diterapkan di rumah dengan dominasi peranan orang tua. selain itu, pengetahuan agama juga didapat dari sekolah, pesantren ataupun organisasi keagamaan lainnya di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. Tetapi masalahnya adalah pelajaran agama yang diberikan di sekolah hanya bersifat umum dan dibatasi dengan kurikulum, sehingga tidak bisa dijadikan jaminan untuk seorang anak bisa sepenuhnya memahami esensi dari pengetahuan agama itu sendiri. Ditambah lagi dengan pengetahuan mengenai sex education yang cenderung masih dipandang tabu oleh masyarakat untuk diperkenalkan pada anak-anak mereka. Hal inilah yang justru akan lebih berbahaya, karena akan ada kecenderungan seorang anak akan mencari tahu tentang pendidikan seks ini di luar rumah, tanpa sepengetahuan dan bimbingan dari orang orang tua.

Penanggulangannya memang tidak mudah dan sedapat mungkin tidak menimbulkan masalah baru, diantaranya yaitu memisahkan anak tersebut (korban) dari ayah kandungnya sendiri agar tidak terulang kembali dengan menyerahkan pelaku (ayah) kepada pihak berwajib. Sedangkan penanggulangan untuk korban sendiri adalah dengan memberikan dukungan moral dari keluarga dan masyarakat untuk mengurangi tekanan mental korban dan menimbulkan kesadaran dari korban untuk mau dan mampu menerima kenyataan dengan memisahkan bayi tersebut dari korban, sehingga korban dapat kembali menjalani kehidupannya tanpa dibayang-bayangi masa lalu. Adapun maksud dari pemisahan orang tua dan anak dalam kasus ini adalah agar pertumbuhan bayi dan kesehatan mental ibunya tidak terganggu. Penanggulangan yang intens dalam kasus ini adalah terhadap bayi tersebut, pengondisian yang dilakukan adalah dengan mendapatkan orang tua asuh baru dan layak bagi bayi dan dijauhkan dari lingkungan keluarganya, sehingga tidak akan terjadi hal yang dikhawatirkan yaitu mengetahui asal-usulnya di kemudian hari. Dengan demikian maka masing-masing dapat tumbuh, berkembang dengan tahap perkembangan yang optimal. Bagi masyarakat, kasus ini bisa dijadikan sebagai cermin dan bahan introspeksi diri tentang keluarga dan hubungan kemasyarakatan, dimana kehidupan bertetangga yang harmonis adalah dengan saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, keperdulian dan persaudaraan.

27
Feb
09

Awal Masa Kanak-kanak


pey19AWAL MASA KANAK-KANAK

Masa anak-anak dimulai kira-kira usia 2 tahun sampai kira-kira usia 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Masa anak-anak dibagi menjadi dua yaitu masa anak-anak awal dan masa anak-anak akhir. Masa anak-anak awal berlangsung dari umur 2 tahun s.d. umur 6 tahun dan masa anak-anak akhir dari 6 tahun sampai dengan pubertas. pada bab ini akan dibahas perkembangan masa anak-anak awal.

Masa anak awal disebut juga sebagai:

1. Usia sulit/mengundang masalah

Biasanya anak pada usia ini bertingkah laku bandel, keras kepala, tidak nurut, menolak, negativistik, melawan, marah tanpa alasan, sering bangun malam karena terganggu mimpi buruk, takut yang tidak jelas sebabnya, cemburu pada kakak atau adik.

2. Usia Bermain.

Anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain baik dengan teman-teman seusianya maupun dengan mainan. Bermain dengan mainan mencapai puncaknya pada awal masa kanak-kanak dan makin menurun saat anak mencapai usia sekolah. Penurunan ini bukan berarti minat anak untuk bermain dengan mainan menurun, tetapi hal ini terjadi karena pada awal usia sekolah anak mulai banyak disibukkan dengan aktivitas permainan fisik yang tidak menggunakan mainan. Ketika sendiri mereka masih bermain dengan mainan.

3. Usia Prasekolah

Para pendidik menyebut masa ini dengan istilah usia prasekolah. Karena pada usia ini anak belum cukup tua untuk masuk pendidikan formal. Untuk mempersiapkan menuju jenjang pendidikan formal anak di usia ini biasanya anak dimasukkan ke Taman Kanak-Kanak maupun Kelompok bermain.

4. Usia Berkelompok

Para psikolog menyebut masa ini dengan istilah usia berkelompok. Pada masa ini anak belajar dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan untuk kehidupan sosial yang matang di masa-masa selanjutnya.

5. Usia Menjelajah

selain menyebut sebagai usia berkelompok, Para psikolog juga menyebut masa ini dengan sebutan usia menjelajah. Pada masa ini anak-anak ingin mengetahui kondisi lingkungan, bagaimana mekanismenya, bagaimana rasanya, dan bagaimana ia bisa menjadi bagian lingkungan.

6. Usia Bertanya

Sebutan berikutnya menurut psikolog untuk masa ini adalah usia betanya. Salah satu cara untuk menjelajah dan mencari tahu lingkungan sekitarnya adalah dengan bertanya. Sehingga masa ini dsiebut dengan istilah usia bertanya.

8. Usia Meniru

Ciri yang menonjol pada anak usia ini adalah meniru perilaku dan ucapan orang lain sehingga pada masa ini disebut dengan istilah usia meniru.

1. TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

Meskipun dasar dari tugas perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum masuk sekolah diletakkan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu 4 tahun yaitu selama periode awal masa kanak-kanak. Berikut tugas perkembangan masa anak-anak awal:


1. Belajar Memakan Makananan Padat.

Sampai akhir masa bayi, anak sudah belajar memakan makanan padat dan keras serta telah mencapai tingkat stabilitas fisiologis yang cukup baik.

2. Belajar Berjalan

Pada saat masa bayi berakhir, semua bayi normal telah belajar berjalan meskipun dalam tingkat kecakapan yang berbeda-beda.


3. Belajar Berbicara

Meskipun sebagian besar bayi telah menambah kosa kata dan telah mampu mengucapkan kata-kata, memahami arti kata dan perintah sederhana, mampu menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat yang berarti, namun kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan orang lain untuk mengerti apa yang mereka katakan masih dalam taraf rendah. Masih banyak yang belum mereka kuasai selum masuk sekolah


4. Belajar Mengendalikan Pembuangan Kotoran Tubuh

Tugas pokok dalam belajar mengendalikan pembuangan kotoran sudah hampir sempurna dan akan sepenuhnya dikuasai dalam satu atau dua tahun lagi.


5. Mempelajari Perbedaan Jenis Kelamin

Hanya sedikit bayi yang yang mengetahui perbedaan seks dan lebih sedikit lagi yang mengetahui tentang etika seks.

6. Mempersiapkan Diri Untuk Membaca.

Di akhir masa kanak-kanak awal anak harus sudah memasuki pendidikan formal dan mulai memasuki usia sekolah. Anak harus memiliki kesiapan untuk mengikuti aktivitas rutin di sekolah termasuk mengikuti pelajaran di sekolah seperti membaca.

7. Mulai Membedakan Benar Dan Salah.

Pengetauan tentang benar dan salah masih terbatas pada situasi rumah dan harus diperluas dengan pengertian benar dan salah dalam hubungannya dengan orang lain, luar rumah terutama dengan tetangga, sekolah dan teman bermain. Yang terpenting anak harus meletakkan dasar-dasar untuk mengembangkan hati nurani sebagai bimbingan untuk perilaku benar dan salah. Satu hal yang sulit bagi anak adalah belajar untuk membangun hubungan emosional yang lebih matang dengan orang tua, saudara-saudaranya dan orang lain.

Hal ini disebabkan karena selama masa bayi hubungannya dengan orang lain diwarnai oleh ketergantungan emosional terutama dalam pemenuhan kebutuhan kasih sayang. Anak harus belajar memberi dan menerima kasih sayang, ia harus mulai berorientasi keluar daripada dirinya sendiri.

2. PERKEMBANGAN FISIK

Pertumbuhan pada masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, mempunyai kecenderungan lebih cepat perkembangan fisiknya ketimbang anak yang mempunyai kecerdasan rata-rata atau dibawah rata-rata, dan gigi lebih cepat tanggal. Khusus bagi anak yang memperoleh kecukupan gizinya lebih tinggi, anak cenderung lebih cepat pertumbuhannya serta berat badan dan otot lebih baik.

Perkembangan fisik pada awal kanak-kanak:

a. Tinggi

pertumbuhan tinggi badan setiap tahunya rata-rata 7,62 cm. Pada usia enam tahun rata-rata 116,84 cm.

b. Berat

Pertambahan berat badan rata-rata setiap tahunnya 1,37kg , pada usia enam tahun kira-kira tujuk kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan beratnya rata-rata 21,09 kg dan laki-laki kira-kira 22kg.

c. Perbandingan tubuh

Postur tubuh berubah dari penampilan postur tubuh bayi menjadi, wajah kecil dengan dagu lebih jelas, leher lebuh panjang, bentuk tubuh kerucut, perut rata, dada sudah mulai bidang dan rata, bahu lebih luas dan persegi, lengan dan kaki lebih panjang dan lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.

d. Postur tubuh

Perbedaan postur tubuh pada masa kanak-kanak lebih jelas; ada yang gemuk lembek (endomorfik), ada yang kuat dan berotot (mesomorfik), dan relatif kurus (ektomorfik).

e. Tulang dan otot

Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh sesuai hukum perkembangan otot. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat sehingga anak terlihat lebih kurus tetapi berat badan bertambah.

f. Lemak

Anka-anak yang cenderug endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya daripada otot. Anak yang cenderung mesomorfik lebih cenderung lebih banyak jaringan otot daripada lemak. Dan yang tubuh cenderung ektomorfik mempunyai otot yang kecil dan sedikit jaringan lemaknya.

g. Gigi

Selama empat sampai enam bulan pertama dari masa kanak-kanak, empat gigi geraham terakhir muncul, diikuti gigi bayi tanggal dan gigi permanen tumbuh. Yang pertama tanggal adalah gigi bayi yang pertama tumbuh yaitu gigi seri tengah. Bila masa awal kanak-kanak berakhir, pada umumnya bayi mempunyai satu atau dua gigi tetap didepan dan mempunyai beberapa celah untuk memungkinkan gigi akan muncul.

Perkembangan Otak

Di antara perkembangan fisik yang sangat penting selama masa anak-anak awal adalah perkembangan otak dan sistem saraf. Meskipun otak terus berkembang pada masa awal anak-anak, namun pertumbuhannya tidak sepesat pada masa bayi. Pada saat bayi mencapai usia 2 tahun, ukuran otaknya rata-rata 75% otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun ukuran otaknya mencapai 90% otak orang dewasa. Salah satu penyebab pertambahan ukuran otak adalah karena adanya myelination, yaitu suatu proses dimana sel-sel saraf ditutup dan disekat dengan suatu lapisan sel-sel lemak. Proses ini berdampak pada peningkatan kecepatan informasi. Beberapa ahli psikologi perkembangan percaya bahwa myelination penting dalam pematangan sejumlah kemampuan anak-anak.

Perkembangan Motorik

Perkembangan fisik pada masa anak-anak ditandai dengan berkembangnya keterampilan motorik baik kasar maupun halus. Pada usia 3 tahun anak sudah bisa berjalan dengan baik dan pada usia 4 tahun anak hampir menguasai cara jalan orang dewasa. Usia 5 tahun anak sudah terampil menggunakan kakinya untuk berjalan dengan berbagai cara, seperti maju dan mundur, jalan cepat dan pelan, melompat dan berjingkrak, berlari kesana-kemari, memanjat dsb yang kesemuanya dilakukan dengan lebih halus dan bervariasi. Untuk lebih jelasnya berikut tabel perkembangan motorik masa anak-anak awal:

Usia (Tahun)

Motorik kasar

Motorik Halus

2,5 – 3,5

-Berjalan dengan baik,

-Meniru sebuah lingkaran

-dapat makan menggunakan sendok

-berlari lurus ke depan

-tulisan cakar ayam

-menyusun beberapa kotak

3,5 – 4,5

-Berjalan dengan 80% langkah orang dewasa,

-melempar dan menangkap bola besar tapi lengan masih kaku

-meniru bentuk sederhana,

-berlari 1/3 kecepatan orang dewasa

-Mengancingkan baju,

membuat gambar sederhana.

4,5 – 5,5

-Menyeimbangkan badan di atas satu kaki,

-dapat berenang di air yang dangkal

– meniru angka dan huruf sederhana

-berlari jauh tanpa jatuh,

-Menggunting , menggambar orang

-membuat susunan yang komplek dengan kotak-kotak.

Kemampuan Bicara

Saat anak usia 2 tahun, bentuk-bentuk komunikasi prabicara sudah mulai ditinggalkan. Anak tidak lagi mengoceh, tangis pun sudah mulai berkurang. Anak mungkin menggunakan isyarat tetapi fungsinya sebagai pelengkap bicara untuk menekankan arti kata yang diucapkan bukan sebagai pengganti bicara.

Awal masa kanak-kanak merupakan saat dimana penguasaan tugas pokok dalam belajar berkembang pesat, yaitu menambah kosa kata, menguasai pengucapan kata-kata, dan menggabungkan kata-kata menjadi kalimat. Dalam penguasaan pengucapan kata-kata, anak-anak masih sulit mengucapkan huruf z, w, d, s, g, r, k dan kombinasi huruf seperti st, str, dr, fl. Anak usia dua tahun sudah mulai bisa membentuk kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata benda. Anak tiga tahun sudah mampu membentuk kalimat yang terdiri dari enam sampai delapan kata.

Selama masa anak awal ini anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara.

Hal ini disebabkan dua hal:

· pertama karena bicara merupakan sarana pokok untuk sosialisasi dengan teman-temannya sehingga ia akan lebih adakan berkomunikasi dengan teman-teman sebaya, kontak sosial, dan lebih mudah diterima sebagai anggota kelompok.

· kedua belajar bicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian. Anak yang tidak mampu mengemukakan keinginannya atau yang tidak berusaha untuk bisa dimengerti oleh orang lain cenderung diperlakukan sebagai bayi sehingga tidak bisa mencapai kemandirian.

Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak-anak harus menguasai dua hal:

· pertama meningkatkan kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain.

· kedua kemampuan untuk meningkatkan kemampuan bicara sehingga bisa dimengerti orang lain.



3. PERKEMBANGAN EMOSI

Selama masa kanak-kanak pola emosi anak sangat kuat hal ini terutama disebabkan karena anak masih labil dan belum seimbang sehingga mudah meledak-ledak. Hal ini mengakibatkan anak sangat sulit dibimbing dan diarahkan. Secara umum terjadi pada masa anak awal namun nampak jelas pada anak usia 2,5 – 3,5 tahun dan usia 5,5 sampai 6,5 tahun.

Pola-pola emosi yang umum pada anak:

A. Marah

Selama masa anak awal kondisi emosi anak sangat kuat. Anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit diarahkan. Sering terjadi anak ngambek, marah dan berteriak-teriak karena suatu hal yang sepele. Ketika orang tua berusaha membujuknya, anak justru semakin meledak marahnya, memukul atau melempar apa saja yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal:

1. pertama anak mengalami frustasi dengan keadaannya sedangkan dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata atau ekspresi yang diinginkannya.

2. Kedua, bisa juga karena anak merasa terlalu dibatasi padahal anak merasa mampu melakukan banyak hal.

3. Kemungkinan ketiga bila anak tidak dapat melakukan sesuatu padahal ia yakin bisa melakukannya.

4. Keempat, ledakan emosi juga bisa terjadi karena anak kecapean, tidak mau tidur siang dan kurang makan akibat terlalu asik bermain.

Ledakan emosi kebanyakan lebih disebabkan karena masalah psikologis daripada fisiologis. anak mengungkapkan marah dengan nangis, teriak, melompat, memukul, menendang dsb.


B. Takut

Wajar jika anak memiliki rasa takut. Bentuknya juga macam-macam. Yang jelas, bila ia tak dibantu mengatasi ketakutannya, bisa mengalami fobia. Ketakutan merupakan suatu keadaan alamiah yang membantu individu melindungi dirinya dari suatu bahaya sekaligus memberi pengalaman baru. Pada sejumlah anak, rasa takutnya masih sebatas pada hal-hal spesifik seperti takut pada anjing, gelap, atau bertemu orang asing. Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan, jeritan, bersembunyi atau tak mau lepas dari orang tuanya.

C. Cemburu

Anak menjadi cemburu bila ia mengira perhatian orang tuanya beralih pada orang lain di keluarga biasanya kepada adik yang baru lahir. Cemburu muncul karena posisinya sebagai anak kesayangan mulai terancam dan tersaingi. Tahapan perkembangan adik yang masih bayi menarik perhatian seluruh keluarga. Kondisi inilah yang paling sering memicu kecemburaan pada kakak.


D. ingin tahu

anak memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru. Reaksi terhadap rasa ingin tahu itu adalah dengan penjelajahan sensorimotor maupun verbal dengan cara bertanya. Menurut para ahli perkembangan anak, ada dua alasan mengapa anak usia 3 sampai 5 tahun senang sekali bertanya.

1. Pertama, pada usia ini, mereka memiliki rasa ingin tahu alamiah yang sangat penting bagi perkembangan mental mereka. Munculnya rentetan pertanyaan ini adalah tanda bahwa anak sedang mengalami perkembangan intelektual yang pesat. Sebelumnya, anak mudah menerima segala sesuatu sebagaimana adanya. Namun seiring dengan kematangan mentalnya, anak membutuhkan penjelasan yang lebih.

2. Kedua, pada usia ini, seiring dengan perkembangan bahasa dan pemahamannya anak memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk melakukan percakapan dengan orang tuanya dan juga mendapatkan perhatian dari anda.


E. Iri

Anak-anak sering menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain atau bila orang lain memiliki kemampuan yang lebih dibanding dirinya, inilah iri.

F. Gembira

Emosi yang menyenangkan yang dialami anak. Dapat berbentuk kepuasan hati. Anak mengungkapkan kegembiraan dengan cara tersenyum, tertawa, tepuk tangan, melompat, memeluk orang atau benda yang membuatnya bahagia.


G. Sedih


Sedih adalah trauma psikis yang disebabkan karena kehilangan sesuatu yang dicintainya atau berharga bagi dirinya. Dalam bentuk yang lebih ringan keadaan ini dikenal sebagai kesedihan. Kesedihan merupakan salah satu dari emosi yang paling tidak menyenangkan.

Ciri khas bentuk ekspresi kesedihan

Ekpresi yang terlihat/tampak. Ekpresi yang umum tampak adalah menangis.

Ekspresi yang ditekan. Ekpresi yang ditekan terdiri atas keadaan apatis yang umum yang ditandai oleh hilangnya minat terhadap hal-hal ynag terjadi didalam lingkungan, hilangnya selera makan, sukar tidur, kecenderungan mengalami mimpi yang menakutkan dan menolak untuk bermain-main.


H. Menyayangi

Anak belajar mencintai orang, binatang atau benda yang menyenangkannya. Anak mengungkapkan rasa sayangnya dengan memeluk, menepuk atau mencium objek kasih sayangnya.

SOSIAL ANAK

Antara usia 2-3 tahun anak menunjukkan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan berusaha mengadakan kontak sosial dengan mereka. Ada dua pola bermain pada anak:
1. bermain sejajar
yaitu bermain sendiri-sendiri tidak bermain dengan anak yang lain. Kalaupun ada kontak sering terjadi perkelahian bukan kerjasama.
2. bermain asosiatif
anak terlibat dan menjadi bagian dari kegiatan bermain.

4. PERKEMBANGAN KOGNITIF

Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah hasil interaksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan. Fokus perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran seseorang mulai anak-anak sampai dewasa. Ada tiga perbedaan cara berfikir yang merupakan prasyarat perkembangan operasi formal, yaitu: gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewasa.

Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu :
1) lingkungan fisik
2) kematangan
3) pengaruh sosial
4) proses pengendalian diri (equilibration)
(Piaget, 1977)
Tahap perkembangan kognitif :
1) Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
2) Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
3) Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
4) Periode operasi formal

Menurut Piaget, perkembangan kognitif pada masa anak-anak berada pada tahap praoperasional, yang berlangsung pada usia 2-3 sampai 7-8 tahun. Pada tahap ini konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, terbentuknya keyakinan terhadap hal yang magis. Kata pra dalam istilah praoperasional menunjukkan bahwa pada tahap ini menunjukkan keterbatasan anak dalam pemikiran. Istilah operasional menunjukkan aktivitas mental yang memungkinkan anak untuk memikirkan peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Pemikiran praoperasional merupakan suatu masa tunggu yang singkat bagi pemikiran operasional, mencakup transisi dari penggunaan simbol-simbol primitif ke arah yang lebih maju. Tahap pemikiran praoperasional dibagi ke dalam dua subtahap: prakonseptual dan pemikiran intuitif.


Prakonseptual (2-4 tahun)


Subtahap prakonseptual disebut juga dengan pemikiran simbolik (symbolic thought), karena karakteristik utama subtahap ini ditandai dengan munculnya sistem-sistem lambang atau simbol seperti bahasa. Pada subtahap ini anak-anak mengembangkan kemampuan untuk menggambarkan atau membayangkan secara mental suatu objek yang tidak ada (tidak terlihat) dengan sesuatu yang lain. Misalnya, pisau yang terbuat dari plastik adalah suatu yang nyata, mewakili pisau yang sesungguhnya. Kata pisau sendiri bisa mewakili sesuatu yang abstrak, seperti bentuknya atau tajamnya.
Kemunculan pemikiran simbolis pada subtahap ini dianggap sebagai pencapaian kognitif yang paling penting. Melalui pemikiran simbolis, anak-anak prasekolah dapat mengorganisir dan memproses apa yang mereka ketahui. Anak akan dapat mengingat kembali dan membandingkan objek-objek dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh jika objek dan pengalaman tersebut memiliki nama dan konsep yang dapat menggambarkan karakteristiknya.

Simbol-simbol juga membantu anak mengkomunikasikan kepada orang lain tentang apa yang mereka ketahui sekalipun dalam kondisi yang jauh berbeda dengan pengalaman sendiri. Komunikasi yang didasarkan atas pengalaman pribadi akan membantu perkembangan hubungan sosial diantara anak-anak. Disamping itu komunikasi juga membantu perkembangan kognitif apabila anak-anak dibiarkan belajar dari pengalaman orang lain. Singkatnya komunikasi memungkinkan seorang anak untuk belajar dari simbol-simbol yang diperoleh melalui pengalaman orang lain. Percepatan perkembangan bahasa dalam fase prakonseptual dianggap sebagai hasil perkembangan simbolisasi.


Subtahap intuitif (4-7 tahun)


Dalam subtahap ini meskipun aktivitas mental tertentu seperti cara-cara mengelompokkan, mengukur atau menghubungkan objek terjadi, tetapi anak-anak belum begitu sadar mengenai prinsip-prinsip yang melandasi terbentuknya aktivitas tersebut. Walaupun anak dapat memecahkan masalah yang berhubungan dengan aktivitas ini, namun ia tidak bisa menjelaskan alasan yang tepat untuk pemecahan masalah suatu masalah menurut cara-cara tertentu. Jadi walaupun simbol-simbol anak meningkat kompleks namun proses penalaran dan pemikiran masih memiliki ciri-ciri keterbatasan tertentu. Sebagian dari keterbatasan itu direfleksikan dalam ketidakmampuan anak praoperasional untuk mengelompokkan berbagai hal berdasarkan dimensi tertentu. Seperti mengelompokkan tongkat menurut urutan dari yang paling pendek ke yang paling panjang. Karakteristik lain dari pemikiran praoperasional adalah pemusatan perhatian pada satu dimensi dan mengesampingkan semua dimensi yang lain. Karakteristik ini diistilahkan Piaget dengan centration (pemusatan). Pemusatan terlihat jelas pada anak yang kekurangan konservasi (conservation), yaitu kemampuan untuk memahami sifat-sifat atau aspek-aspekttt dari suatu objek atau stimulus tetap tidak berubah ketika aspek-aspek lain mengalami perubahan. Dalam suatu percobaan Piaget memperlihatkan kepada anak 2 gelas berisi cairan yang sama tingginya. Kepada anak ditanyakan, apakah kedua gelas itu berisi cairan dengan jumlah yang sama? Anak menjawab sama. Kemudian pada anak disuruh menuang sendiri salah satu isi gelas tersebut ke gelas yang lebih pendek dan lebih lebar, kemudian ditanya lagi mana yang lebih banyak isinya? Gelas yang pertama atau yang kedua? Anak akan menjawab gelas yang pertama lebih banyak karena permukaannya lebih tinggi. Di sini terlihat bahwa kemampuan anak di bawah 7 tahun terpusat hanya pada satu dimensi persepsi saja.

5. KESULITAN BELAJAR DAN JENIS-JENIS KESULITAN

Inti dari proses belajar adalah pengolahan informasi pada proses pembelajaran yang terdiri dari beberapa tahapan. Kasukaran belajar dapat dikelompokkan berdasarkan tahapan-tahapan dalam pengolahan informasi.

1. Input :

Kesukaran belajar pada kategori ini berkaitan dengan masalah penerimaan informasi melalui alat indera, misalnya persepsi visual dan auditory. Kesukaran dalam persepsi visual dapat menyebabkan masalah dalam mengenali bentuk, posisi, atau ukuran objek yang dilihat. Kesukaran dalam persepsi auditory dapat menyebabkan kesulitan untuk fokus kepada salah satu stimulus suara, misalnya suara guru.

2. Integration

Tahap ini berkaitan dengan masa selama informasi diinterpretasikan, dikategorikan, diurutkan, atau dihubungkan dengan proses belajar di masa sebelumnya. Siswa yang mengalami masalah dalam kategori ini kemungkinan kesulitan dalam bercerita secara runtut, kurang mampu mengingat informasi secara berurutan misalnya urutan hari dalam seminggu, mampu memahami konsep yang baru namun kesulitan untuk mengeneralisasikan dengan konsep lain.

3. Storage

Tahap ini berkaitan dengan memori/ingatan. Kebanyakan masalah dalam kategori ini berkaitan dengan short-term memory yang membuat seseorang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi baru tanpa banyak pengulangan. Misalnya kesukaran dalam memori visual mempengaruhi proses belajar dalam mengeja.

4. Output

Informasi yang telah diproses oleh otak akan muncul dalam bentuk respon melalului kata-kata, yaitu output bahasa, aktivitas otot, misalnya gesturing, menulis, atau menggambar. Kesulitan dalam output bahasa mengakibatkan masalah dalam bahasa lisan, misalnya menjawab pertanyaan yang diharapkan dimana seseorang harus menyampaikan kembali informasi yang disimpan, mengorganisasikan bentuk pikirannya dalam bentuk kata-kata. Hal yang serupa juga terjadi bila masalah menyangkut bahasa tulis. Kesulitan dalam kemampuan motorik menyangkut kemampuan motorik kasar dan halus.

Jenis-jenis Kesukaran Belajar

A. Pengenalan (kognitif)

Yang termasuk gejala-gejala ini diantaranya:

a. Pengamatan

Pengamatan ialah usaha manusia untuk mengenal dunia riil, baik mengenai diri sendiri maupun mengenal dunia sekitarnya melalui panca indra yaitu dengan ; melihat, mendengar mendengar , membau, meraba, dan pencecap.

Agar orientasi pengamatan dapat berhasil dengan baik, diperlukan aspek pengaturan terhadap objek yang diamati, yaitu:

1. Aspek ruang. Menurut sudut pandang ruang ini, dunia pengamatan dilukiskan dalam pengertian-pengertian ; atas-bawah, kiri-kanan, jauh-dekat, tinggi-rendah, dan sebagainya. Kalo tidak ada pengaturan dari segi ruang, maka orientasi pengamatan individu tidak akan sempurna. Misal melihat pencuri – dimana?

2. Aspek waktu. Menurut sudut pandang waktu, dunia dilukiskan dalam pengertian-pengertian ; masa lampou, masa kini, dan masa yang akan datang. Misal melihat – pencuri kapan?

3. Aspek gestal. Menurut sudut pandang gestal, objek yang kita amati diartikan sebagai suatu kesatuan yang utuh bukan sebagai bagian yang terpisah misal ; melihat rumas sebagai suatu bangunan yang utuh bukan dipandang sebagai paku, batu batanya dan sebagainya.

4. Aspek arti. Menurut sudut pandang arti, objek yang kita amati diberi arti menurut pandangan kita misal; sebuah pabrik dan sekolah, dari segi bangunan banyak memiliki persamaan tetapi dipandang dari segi arti menunjukan hal yang sangat berbeda.

Selain itu pengmatan dapat dibedakan berdasarkan:

1. Pengamatan visual, merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh indra mata

2. Pengamatan audio, merupakan pengamatan yang dilakukan oleh indra telinga

3. Pengamatan audio visual, merupakan pengamatan yang dilakukan oleh indra mata dan telinga

4. Pengamatan olfatorik, merupakan pengamatan yang dilakukan oleh indra hidung

5. Pengamatan gustatif, pengamatan yang dilakukan oleh indra pencecap

6. Pengamatan taktil, pengamatan yang dilakukan oleh indra peraba.

b. Tanggapan

Tanggapan adalah bayangan atau kesan yang tertinggal didalam ingatan kita setelah kita melakukan pengamatan terhadap suatu objek. Menurut Suryabrata (1991), tanggapan dibedakan menjadi 3 jenis:

1. Tanggapan masa lampoau

2. Tanggapan masa yang akan datang

3. Tanggapan masa kini

c. Ingatan

Ingatan adalah kemampuan rokhaniyah untuk mencamkan, menyimpan dan mereproduksi kesan-kesan.

Ada 3 aspek yang yang berpungsi dalam ingatan

1. Mencamkan (stimulus)

2. Menyimpan (perekaman)

3. Mereproduksi (respon)

Mencamkan adalah aktivitas dalam belajar dimana subjek menerima kesan-kesan yang kemudian disertai dengan menyimpan dimana subjek menyimpan hal-hal yang telah dipelajari (retention) kemudian diikuti dengan kegiatan reproduksi atau menimbulkan kembali kesan-kesan yang pernah di miliki (remembering).

Sesuai dengan kemampuan masing-masing individu dalam menerima kesan, ada orang yang mudah memasukan kesan dan ada yang sulit. Dalam menyimpan kesan ada orang yang dapat menerima kesan dengan setia (tahan lama) dan ada orang yang hanya sebentar. Demikian juga dengan mereproduksi, ada orang yang dapat melakukan dengan mudah dan cepat, ada juga yang susah dan lambat.

Dalam ingatan kita juga harus membahas mengenai lupa, yang keduanya mempunyai hubungan yang terbalik. Semakin banyak yang kita ingat maka semakin sedikit yang kita lupa demikian juga sebaliknya.

Kelupaan dapat terjadi karena bermacam-macam sebab diantaranya:

a. Sakit keras sehingga otak terganggu

b. Karena kesan yang diterima telah berlangsung dalam waktu yang lama.

c. Karena kesan sudah tidak menarik lagi sehingga sehingga ingatan menjadi tidak setia

d. Karena masuknya tanggapan baru, sehingga tanggapan yang lama terdesak

e. Karena situasi tertentu.

d. Fantasi

Fantasi adalah kemapuan jiwa untuk berorientasi pada dunia imjiner.

Fantasi dibedakan atas:

1. Fantasi yang tidak disadariran (melamun)

2. Fantasi yang disadari (mendengarkan cerita radio)

e. Berfikir

Berfikir merupakan proses dinamis, disini subjek bersifat aktif dalam menghadapi hal-hal yang bersifat abstrak. Pada proses berfikir subyek membuat hubungan antara obyek dengan bagian-bagian pengeteahuan yang sudah dimiliki.

Tipe berfikir :

1. Berfikir replektif

Bila seorang individu ingin mencapai suatu tujuan tertentu tidak dapat dipecahkan dengan pola-pola tingkah laku yang biasa, maka individu tersebut akan mengorganisasikan pikiran-pikirannya melalui cara berpikir yang biasa dilakukan. Jadi hakekat berpikir reflektif adalah kemampuan individu untuk menyeleksi pengetahuan yang didapat yang relvan dengan tujuan masalah.

2. Berfikir kreatif

Dalam berpikir kreatif, proses mental menjadi penentu dari berpikir kreatif. Tugas utama mental dalam hal ini adalah menerima, mengingat, memberi analisa, kritik, dan menggunakan hasil dalam memecahkan problem.

f. Kecerdasan

Kecerdasan adalah kemampuan yang mengendalikan aktivitas-aktivitas dengan ciri-ciri sukar, kompleks, abstrak, ekonomis (tepat), bertujuan, bernilai sosial dan menunjukan adanya keaslian serta kemampuan untuk mempertahankan kemampuan-kemampuan itu dalam kondisi yang memerlukan konsentrasi energi dan berlawanan dengan kekuatan-kekuatan emosional (Crow & Crow, 1991)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan:

1. Faktor bawaan

2. Faktor lingkungan

.

B. Perasaan (afektif)

Perasaan didefinisikan sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif, berhubungan dengan gejala-gejala mengenal, dialami dalam kualitas senang atau tidak senang, dalam berbagai taraf.

Perasaan dibedakan sebagai berikut:

1. Perasaan jasmaniah

a. Perasaan indriah yaitu perasaan yang berhubungan dengan perasaan panca indra seperti sedap, asin, pahit, dan sebagainya.

b. Perasaan vital yaitu perasaan-perasaan yang berhubungan dengan keadaan jasmani seperti perasaan segar, lemah, tak berdaya dan sebagainya.

2. Perasaan rohaniyah

a. Perasaan keagamaan yaitu perasaan senang atau tidak senang dalam hubungan keagamaan.

b. Perasaan intelektual yaitu perasaan senang atau tidak senang yang berkaitan dengan hasil kerja pikiran

c. Perasaan kesusilaan yaitu perasaan senang atau tidak senang yang berkaitan dengan tatakrama.

d. Perasaan keindahan yaitu perasaan senang atau tidak senang yang bertalian dengan seni.

e. Perasaan sosial yaitu perasaa senang atau tidak senang yang berhubungan dengan sesama manusia

f. Perasaan harga diri yaitu perasaan senang atau tidak senang yang bertalian dengan penelitian orang lain terhadap diri kita.

C. Psikomotorik (kehendak)

Gejala psikomotorik atau kehendak disebut juga motif atau alasan pendorong atau dorongan. Motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorongnya untuk melakuakan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Motif digolongkan atas :

1. Motif bawaan

Motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir tanpa dipelajari, misal dorongan untuk makan, minum dan sebagainya.

2. Motif yang dipelajari

Motif yang dipelajari yaitu motif yang timbulnya karena dipelajari misalnya dorongan untuk berteman, bersahabat dan lain-lain

a. Motif juga dapat dibedakan atas:

1. Motif ekstrinsikian (motivasi)

Yaitu moti-motif yang terjadi karena pengaruh rangsangan dari luar misal melakukan sesuatu atas dasar ajakan.

2. Motif intrinsik (motif)

Yaitu motif-motif yang berasal dari dalam diri sendiri misalnya melakukan sesuatu atas dasar kesadaran sendiri.

b. Berdasarkan isi, motif dapat dibedakan

1. Motif jasmaniah, misal refleks, insting, nafsu, hasrat

2. Motif rohaniah, yaitu kemauan. Dalam hal kemauan, berhasil tidaknya suatu perbuatan untuk mencapai suatu tujuan tergantung pada tidaknya kemauan. Ada kemauan yang kuat seseorang memiliki modal yang kuat untuk mencapai tujuan.

D. Campuran (kombinasi)

Gejala campuran ada 3 macam

1. Perhatian. Perhatian merupakan pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek.

Macam-macam perhatian

· Perhatian menurut cara kerjanya.Perhatian spontan dan perhatian refleksi.

a. Perhatian spontan yaitu perhatian yang tidak sengaja atau tidak sekehendak subjek.

b. Perhatian refleksif yaitu perhatian yang disengaja atau sekehendak subjek.

· Perhatiannya menurut intensitasnya.

a. Perhatian intensif, yaitu perhatian yang banyak mmenyertakan aspek kesadaran

b. sebaliknya perhatian tidak intensif tidak banyak menyertakan asfek kesadaran

· Perhatian menurut luasnya.

a. Perhatian terpusat yaitu perhatian yang tertuju pada lingkup objek yan terbatas.

b. Perhatian terpencar yaitu perhatian yang tertuju pada macam-macam objek.

Hal-hal yang menarik perhatian

a. Sudut obyek, hal yang menarik perhatian adalah hal yang keluar dari konteksnya atau lain daripada yang lain.

b. Sudut subyek, hal yang menarik perhatian adalah hal yang mempunyai hubungan dengan pribadi yang memperhatikan.

2. Sugesti

Sugesti adalah pengaruh yang diterima oleh seseorang yang datanggya dari luar atau dari dalam sendiri yang mengesampingkan pikiran, perasaan dan kemauan.

Pada kenyataannya ada orang yang mudah sekali terkena pengaruh seperti anak-anak, dan orang-orang tidak terpelajar yang datang dari dalam diri sendiri dan dari luar diri sendiri.

3. Kelelahan

Kelelahan terjadi bila orang melakukan banyak kegiatan baik yang bersifat rohani maupun jasmani, sedangkan energi yang dipakai untuk melakukan kegiatan tersebut terbatas. Bila sampai pada batas tertentu orang akan mengalami kelelahan baik fisik atau otak.

6. PERKEMBANGAN MORAL

Perkembangan moral masa anak awal masih dl taraf rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar-salah ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti aturan karena tidak mengerti manfaat sebagai anggota kelompok sosial. Awal masa kanak-kanak merupakan masa dimana menurut Piaget disebut sebagai moralitas dengan paksaan. Pada tahap ini anak-anak mengikuti aturan moral tanpa berpikir dan menilai. Ia juga menilai benar dan salah berdasarkan akibat bukan berdasarkan motivasi, perbuatan yang salah adalah perbuatan yang mengakibatkan hukuman.

Kohlberg merinci dan memperluas tahap perkembangan Piaget dengan memasukan dua tahap dari tingkat perkembangan pertama yang disebutnya sebagai moralitas konvensional. Struklur pertimbangan moral (moral judgement) berbeda dengan isi pertimbangan moral (content of moral judgement). Pilihan untuk minum atau tidak minum merupakan isi pertimbangan moral. Adapun dasar pemikiran mengenai pilihan itu merupakan struktur pertimbangan moral. Menurut Kohlberg (Sumantri, 1994) struktur pertimbangan moral itu adalah sebagai berikut:


1. Pra Konvensional (Pre Conventional Level) meliputi:

a. Orientasi kepatuhan karena takut hukuman. Kepatuhan terhadap norma karena takut hukuman fisik.
b. Orientasi kepatuhan karena alat. Mematuhi norma karena mengharapkan sesuatu.

2. Tingkat Konvensional (Conventional Level) meliputi:

a. Orientasi kepatuhan karena ingin diterima orang lain. Menaati norma karena ingin menyenangkan orang lain.
b. Orientasi kepatuhan karena memelihara tertib sosial. Mematuhi hukum ditujukan untuk memelihara tertib sosial.

3. Tingkat Pasca Konvensional (Post Convensional Level)

a. Orientasi kepatuhan kepada kesepakatan sosial yang telah baku. Tindakan yang baik mencerminkan hak-hak individu yang sesuai dengan standar yang telah teruji. Jadi tindakan yang baik itu adalah tindakan yang dapat menerima perubahan hukum apabila hukum itu sudah tidak sesuai lagi.

b. Orientasi pada prinsiprinsip etika universal (Universal Ethical Principle Orientation).Tindakan yang baik itu ialah tindakan yang tidak lagi didasari oleh tertib sosial tertentu, melainkan didasari oleh prinsip-prinsip universal tentang keadilan, resiprositas, hak-hak azasi manusia.

c. Orientasi pada rasa cinta sebagai suatu refleksi. Tindakan yang baik itu adalah tindakan yang berdasar pada keperayaan terhadap Tuhan (supreme policy), dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih dan Tuhan adalah Maha Pemberi Petunjuk. (God is confident dan God is principle behind morality).
Setiap orang akan melalui seluruh struktur pertimbangan moral. Orang di tahap dua hanya dapat memahami tahap ketiga..Orang di tahap satu dimotivasi oleh tahap dua, dan tahap dua oleh tahap tiga dan seterusnya.

Orang yang tidak kuat kognisinya, akan dimotivasi untuk memecahkan masalahnya. Menganalisis pengkutuban ketiga strategi pendidikan moral di atas, maka kita sebagai orang tua yang interest pada pendidikan menganggap bahwa problem dan prosfek anak sesungguhuya tidak hanya terbatas pada aspek pengalaman hidup dan tahap perkembangan moralnya saja, melainkan juga pada aspek pertimbangan moralnya mengapa ia melakukan tindakan tertentu pada situasi tertentu. Memperhatikan pertimbangan anak mengapa ia melakukan suatu tindakan tertentu akan lebih memberi penjelasan kepada kita dibandingkan dengan memperhatikan tindakannya, atau mendengarkan pernyatannya. Sebagai manusia yang beriman, kita yakin bahva tanpa bantuan llahi mustahil kita mencapai pertimbangan moral yang hakiki.Dengan demikian dapat dikatakan bawa pendidikan moral akan berhasil dengan baik apabila berlandaskan pada prinsip-prinsip ajaran Allah Yang Maha :Pengasih dan Maha Pemberi Petunjuk.

Hal-hal yang akan membuat anak senang:
1. Kesehatan yang baik
2. lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang
3. sikap orang tua yang menerima perilaku manja dan kekanak-kanakan dan membimbing berperilaku sosial
4. penegakan disiplin yang terencana dan konsisten, anak mengerti apa yang diharapkan orang tua darinya, perilaku apa yang harus dilakukannya
5. orang tua menunjukkan ekspresi kasih sayang, seperti bangga terhadap prestasi anak, meluangkan waktu dengan anak, melakukan hal-hal yang diinginkan anak
6. harapan-harapan orang tua yang realistis, sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak memperoleh kesempatan yang wajar untuk meraih sukses sehingga mendorong konsep diri yang baik
7. mendorong kreativitas dan menghindari cemoohan dan kritik yang tidak perlu yang akan mengurangi semangat anak untuk kreatif
8. diterima oleh teman-teman dan saudara kandung sehingga anak akan belajar mengembangkan sikap dan perilaku sosial yang baik, hal ini dapat didorong dan dibimbing untuk menyesuaikan diri dengan orang lain dengan cara adanya panutan untuk ditiru
9. suasana rumah yang ceria sehingga anak akan berusaha mempetahankan suasana gembira ini
10. prestasinya dihargai oleh kelompoknya

26
Feb
09

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Pepi PerdiansyahPendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Masa kanak-kanak antara usia 2-6 tahun sering disebut sebagai periode emas, dimana anak pada usia ini mempunyai keingintahuan yang lebih terhadap sesuatu baik tentang alam dan lingkungannya atau mengenai apapun yang ada dan terjadi dilingkungan sekitarnya.

Selain itu pada usia 2-6 tahun anak sering juga di sebut sebagai:

1. Usia bermain

2. Usia bertanya

3. Usia menjelajah

4. Usia berkelompok

5. Usia meniru

Melihat perkembangannya yang begitu penting dalam pase perkembangan usia ini, maka sangat tepat ketika sekarang banyak bermunculan lembaga pendidikan sekolah usia dini atau lebih di kenal pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kalau melihat proses pembelajaran yang terjadi pada PAUD ini lebih banyak berperan sebagai lembaga pendidikan yang berupaya mengoptimalkan kemampuan anak seoptimal mungkin dalam masa periode emas, sehingga kemampuan anak bisa dikembangkan semaksimal mungkin. Karena meskipun dalam setiap pase-pase perkembangan mempunyai arti yang penting bagi perkembangan selanjutnya, periode inilah yang paling berpengaruh terhadap pase-pase perkembangan selanjutnya.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) lebih mengoptimalkan pendidikan pada aspek kognitif, apektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu lembaga paud harus menyediakan instrumen yang cukup guna memenuhi kebutuhan pembelajaran anak mengenai ketiga aspek itu terutama instrumen yang diperlukan bagi perkembangan psikomotor. Sebagi contoh dalam usia menjelajah; lembaga paud harus menyediakan alat/instrumen pasir atau tanah dalam rangka mengenalkan lingkungan dan manfaat serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sarana dan pra sarana yang digunakan untuk PAUD juga tidak harus selalu berada dalam ruang lingkup yang terbatas seperti hanya dalam ruangan kelas saja, biarkan anak belajar dari lingkungan luar atau sekarang lebih populer kelas alam atau belajar di alam terbuka.

Kehawatiran yang kemudian muncul dari orang tua terhadap pola pendidikan PAUD yang mempasilitasi belajar di alam terbuka biasanya; kehawatiran akan kotor, kuman, sakit dan sebagainya. Sebetulnya, anak memang harus membiasakan diri dalam kondisi alam yang sebenarnya karena dari kondisi alam yang bermacam-macam tersebut daya tahan tubuh, pola adap tasi dan interes akan terbentuk secara alami dan itu akan menjadi pondasi yang kuat bagi anak di kemudian hari.

Saking sayangnya Orang tua terhadap anak jaman sekarang, biasanya lebih cenderung oper proteck yang kemudian lebih mengkhawatirkan kondisi anak yang kotor, kepanasa, bahkan cedera ringan dari pada menghawatirkan kondisi perkembangan anak yang masa ini memang sangat membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang dialami langsung oleh anak sehingga, penyesuaian diri dikemudian hari tidak mengalami hambatan.

Biarkanlah anak bebas, kasih kesempatan kepada anak supaya berinteraksi dengan lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya sehingga anak mendapatkan masukan pengetahuan yang sangat berguna bagi dirinya sendiri dikemudian hari.

Dalam pendidikan anak usia dini, bukan hanya anak saja yang harus di kasih pemahaman tentang segala sesuatu tetapi orang tuannya juga harus diberikan pemahaman dan pendidikan mengenai tahap-tahap perkembangan anak supaya orang tua lebih mengerti kebutuhan anak pada pase-pase perkembangan anak.

Tidak semua orang tua tahu dan memahami tugas-tugas perkembangan anak, oleh karena itu orang tua juga harus diberikan pendidikan mengenai tugas-tugas perkembangan di setiap pase-pase perkembangan supaya orang tua juga ikut berperan aktif dalam membentuk pola kepribadian anak seperti kata John Lock (tabula rasa) bahwa “anak yang dilahirkan kedunia ini seperti kertas putih” yang siap di isi oleh orang tua atau lingkungan sekitar.

Bila perlu lakukan komunikasi dua arah antara pihak orang tua dan pihak sekolah atau lembaga mengenai perkembangan anaknya supaya kebutuhan perkembangan anak terpenuhi secara kognitif, apektif, dan psikomotori. Inilah mungkin yang kemudian menjadi sulit untuk dilakukan, mengingat dalam kenyataanya tidak sedikit orang tua menyekolahkan anak-anaknya kelembaga seperti PAUD play grup tidak semata-mata hanya untuk memberikan kesempatan kepada anaknya berkembang tetapi juga supaya orang tua bebas menjalankan aktifitas rutin tanpa terbebani oleh harus repot-repot mengasuh anak.

Betul memang bahwa pendidikan usia dini dapat mendorong perkembangan anak dari segi kognitif, apektif dan motorik, tetapi yang paling penting dan sangat mendasar bagi perkembangan emosional dan sosial anak adalah pola asuh dan hubungan emosional antara anak dan orang tua terutama hubungan emosional dengan sosok ibu pada usia ini.

Pendidikan anak usia dini memang sangat bagus dan sangat ideal bagi perkembangan anak, tetapi harus dibarengi dengan peranan orang tuo yang aktif.

Terakhir, mudah-mudahan dengan adanya pendidikan anak usia dini ini bisa membentuk generasi yang lebih baik sehingga menghasilkan generasi-generasi berikutnya yang lebih baik pula. Untuk orang tua terutama sosok ibu, kurangi aktifitas diluar rumah yang banyak menyita waktu sehingga kurang memperhatikan anak-anak nya dan harus lebih memperhatikan dan membantu dalam perkembangan anak-anak nya.

kriteria: Pendidikan Anak Usia Dini, Psikologi perkembangan.

15
Apr
13

UN Cikal Bakal Korupsi (opini)


Setiap menjelang UN pasti menimbulkan suara yang ramai. Ramainya suara itu bukan menjadi baik malah sebaliknya. segudang permasalahan UN di setiap kali diselenggarakan. Tahun ini ditambah dengan kurangnya pasokan soal di hampir setiap sekolah disebabkan keterlambatan keputusan tender percetakan soal.

Keterlambatan mengumumkan pemenang tender pencetak soal ini menjadi krusial diantara permasalahan-permasalahan krusial lainya mengenai UN ini. Bocornya soal setiap kali UN sampai sekarang juga tidak pernah terpecahkan. semuanya hanya di menjadi rahasia umum bak kentut yang ada bunyi dan bau tapi susah untuk di buktikan karena semuanya tutup mulut dan ga mau ngaku.

Masih ingat tahun lalu, ada keluarga yang sampai di usir dari rumahnya gara-gara anaknya membocorkan praktek nyontek berjamaah di UN? dan sampai sekarang pun tidak ada titik terangnya bak kentut yang menghilang seiring bunyi dan baunya menghilang.

UN adalah sumber dari segala sumber yang membentuk bangsa ini menjadi dewanya korupsi. siswa sudah dididik dan di bentuk untuk berbuat curang dan yang tidak engikuti berbuat nyontek berjamaah maka di usir bukan hanya dari lingkungan sekolah semata tetapi sampai di kampungnya dan diusir dari rumah pribadinya, satu keluarga semua di usir dari rumahnya sendiri.

Sistem pendidikanlah yang melegalkan semua itu terjadi, disadari atau tidak.

Ada apakah sebenarnya dengan UN?

Dengan lulusnya UN siswa bisa melanjutkan hidupnya. Melanjutkan Hidup dengan memegang Ijazah yang dinyatakan lulus di UN siswa seolah masuk jalan toll tanpa hambatan. Bisa melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi atau mencari pekerjaan. Orang pertama kali pasti menanyakan Lulusan dan Ijazah bukan yang lain.

Begitu berharganya nilai dari UN yang bisa menentukan hidup matinya seorang anak manusia menyebabkan UN terseret segudang permasalahan. Kehawatiran orang Tua apabila tidak Lulus UN dan tidak punya ijazah mendorong Orang Tua rela berbuat apa saja terutama untuk mengeluarkan biaya berapapun aslkan anaknya bisa lulus UN dari sekolah unggulan.

Sadar akan pentingnya sebuah nilai ujian yang tertera di ijazah, mendorong para kapitalis berlomba menyediakan lahan dan tempat untuk menjual Ijazah berkedok lembaga pendidikan. Adanya UN pun menjadi salah satu jalan untuk meluruskan dan memuluskan praktek kapitalisme pendidikan dengan jaminan siapapun yang bersekolah di tempatnya akan lulus UN 100% tentunya dengan sedikit merogoh kocek lebih dalam.

Apabila ada siswa yang tidak lulus UN di salah satu sekolah maka, jaminannya tahun ajaran baru berikutnya sekolah tersebut tidak akan mendapatkan siswa baru. ketika siswa baru sedikit atau bahkan tidak ada menjadi tolak ukuran sekolah itu bagus atau tidak. jadi, kesimpulanya soal UN harus bocor, siswa lulus 100%, maka tahun depan sekolah mendapatkan serbuan siswa baru, otomatis pendapatan bertambah. sebaliknya ada satu saja siswa ga lulus UN, sekolah turun pamor, kurang di serbu siswa baru dan otomatis pendapatan menurun bahkan tidak sedikit sekolah harus mengalami penutupan. Biasanya kondisi ini terjadi di sekolah suasta.

Belum lagi target dari birokrat, apa bila ada satu daerah di indonesia yang UN nya tidak lulus 100% maka, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala dinas pendidikan akan terancam sangsi bahkan sampai pergesran di tingkat kepala dinas pendidikan karena tidak becus meluluskan siswa di daerahnya 100%. Kalau sudah seperti ini mau dibilang apa?

Belum lagi kalau berbicara masalah lulusan sarjana dan pasca sarjana dari Universitas Ruko… Hmmm, tp itu soal lain.

yang jelas Pendidikan sudah menjadi ajang Human Commodity

29
Mar
13

KETIKA IJAZAH MENJADI TIKET HIDUP MANUSIA MAKA SISWA MENJADI HUMAN COMMODITIES


KETIKA IJAZAH MENJADI TIKET HIDUP MANUSIA MAKA

SISWA MENJADI HUMAN COMMODITIES

Semalam Twitter dihebohkan oleh topik yang di kultwit oleh @1000_guru yang bunyinya seperti ini “MK : lulusan non-kependidikan dapat menjadi guru dan dosen” Bagaimana ini ya? *senggol @1000_guru Se-Indonesia!”.  Sontak semua berreaksi dan saling mengeluarkan argumennya masing-masing, ada yang pro dan ada yang kontra sehingga suasana menjadi seru banget. Inilah kondisi media sosial di indonesia Indonesia, media sosial sering di jadikan ajang untuk berdiskusi, debat, dan shering. Dalam hal ini saya cukup senang lah menambah wawasan

Terlepas dari media sosial hususnya Twitter semalam yang membahas topik diatas, saya termasuk orang yang setuju dengan keputusan MK, yang menolak pengujian UU Guru dan dosen yang bertujuan untuk membatasi profesi Guru hanya bagi sarjana pendidikan saja. Saya paham dan cukup mengerti apa yang menjadi latar belakang munculnya pembatasan profesi guru hanya untuk sarjana pendidikan. Supaya kualitas Guru menjadi lebih baik. Namun ketika berbicara masalah kualitas, tidak bisa di generalisir juga karena tidak semua lulusan sarjana pendidikan juga siap dan mampu menjadi Guru yang berkualitas.

Faktanya bahwa, kemunduran dan keterpurukan Pendidikan di Indonesia juga tidak terlepas dari kualitas Guru selama ini yang notabene katakanlah saya berasusmsi sekurang-kuranya delapan puluh persen adalah lulusan sarjana pendidikan. Saya setuju masalah kemajuan dan kemunduran Pendidikan juga bukan hanya menjadi tanggung jawab Guru semata, tetapi juga kaitannya dengan kebijakan pemerintah dan juga masyarakan yang menyekolahkan anak-anak-nya.

Oleh karena itu, pemikiran saya sangatlah sederhana. Artinya ketika ada pertentangan dan ada kegaduhan, berarti di situ telah terjadi kesalahan, baik kesalahan prosedur atau kesalahan kebijakan. Maka dari itu memang perlu adanya peninjauan ulang terhadap kebijakan itu sendiri.

Pandangan saya tentang adanya putusan MK atau tidak itu tidak jadi soal. Yang jadi perhatian saya adalah jauh dari sebelum adanya keputusan MK tersebut dimana berdasarkan sedikit analisa peribadi, memang sudah terjadi kesalahan yang sangat mendasar di dunia Pendidikan Indonesia.

Percakapan semalam di Twitter memaksa saya berpikir keras dan menyimpulkan bahwa pendidikan adalah pondasi dasar pembangunan bangsa dan menjadi titik dasar dari pembentukan kebudayaan yang baru di Negeri ini.

Kebudayaan baru yang di timbulkan oleh dunia Pendidikan adalah timbulnya tolak ukur penghargaan terhadap seseorang di negeri ini dilihat dari Ijazah dan Lulusan, bukan dari hasil karyanya. Yang kenyataannya tidak semua warga Negara bisa menggapainya. Belum lagi ditambah dengan standarisasi nilai kelulusan yang cukup tinggi.

Semalam juga saya sempat berbincang dengan salah satu teman warga negara Indonesia yang kebetulan berdomisili di Polandia tepatnya di Krakow dan kebetulan dia juga menyimak diskusi kita di Twiiter tentang tema itu. Menurut beliau di Twitter; @bidadari_azzam :-/ngeliat tweet yg td,sy jd inget2…ada MC yg lgsg gakramah gr2 sy bukan Doctor:-p tp sedang dimnta mnjdi narasumber…  .Padahal narasumber lainnya di acara tsb adl prof dan syaikh yg sikapnya sgt sopan dan mnghargai sy🙂. *MCnya pemujaijazah*…. bagian mindset klo udah tmbh bnyk sobat mancanegara,beda bgt,Pak.. Kami suami-istri,’gaul di Eropa’ ndak prnh ditnya ijazah… Kalo lg balik ke Indo atau acara2 seputar negeri timteng,”lulusan mana yah?”:-p itu jd prtanyaan langganan.😀

Dari percakapan itu saya jadi tahu bahwa ternyata di luar sana di Eropa lagi, ijazah itu bukan lah hal yang utama tapi di Negeri ini ijazah seolah-olah sudah menjadi tiket hidup seseorang, kalau punya ijazah dari sekolah terkenal maka dia layak hidup. Sebaliknya kalau tidak punya ijazah mohon maaf…

Begitu sangat pentingnya Ijazah di Negeri ini, maka sekolah seolah-olah harga mati bagi kehidupan seseorang di Indonesia. Karena begitu sangat pentingnya juga orang rela berbondong-bondong dan bersusah payah mencari uang untuk membiayai sekolah anaknya bagaimanapun caranya. Kondisi ini mendorong semua sekolah di Indonesia untuk berkompetisi menjual citranya dengan harapan mendapatkan siswa baru sebanyak-banyak-nya dengan persaingan biaya sekolah pun sangat tingi tapi sayangnya tidak di barengi dengan kualitas yang memadai.

Ketika saya pertama kali masuk dunia pendidikan sebagai Guru BP BK saya begitu bersemangat dan atusias dengan harapan bisa membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas baik secara keilmuan dan secara moralitas. Namun apa yang saya lihat dan alami, cita-cita saya itu serasa hilang sirna ditelan bumi. Karena dalam kenyataannya sangatlah susah mewujudkan itu semua padahal itu adalah tempatnya.

Kenyataan yang terjadi dilapangan hususnya di sekolah tempat saya mengabdi, saya melihat siswa di lapangan itu tidak ubahnya seperti kerbau-kerbau yang sedang di gembala. Kalau menurut pak Munif Chatib dalam bukunya yang berjudul Sekolahnya Manusia, Siswa itu bukan robot yang bisa di perintah seenaknya. Kalau menurut Soe Hok Gie dalam buku CSD “Guru yang tidak tahan terhadap keritikan boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa yang selamanya benar, dan Murid bukan kerbau”.

Kalau kita sebagai orang tua jeli dan keritis terhadap pendidikan anakn-anaknya, mungkin pak Munif Chatib juga tidak akan menulis buku itu. Dan orang tua tidak menganggap sekolah sebagai penitipan anak belaka.

Terakhir saya hanya berharap bahwa Dunia Pendidikan Khususnya sekolah bisa kembali kepada peran dan fungsi dasar sebagai sarana untuk menjadikan manusia itu lebih dewasa dan bisa berdiri sendiri dalam masa depanya tanpa terhambat oleh selembar kertas pengesahan legalitas formal belaka.

 

 

 

24
Mar
13


images#Narasi
Bukannya aku tidak mau memakai seragam seperti mereka. setiapa pagi badan sudah segar, baju seragam yg rapih dan bersih, berangkat kesekolah dengan penuh semangat dan keceriaan sambil berlarian untuk mengejar ilmu untuk masa depan. aku hanya berada di tempat yg salah ketika aku dilahirkan. andai aku di lihirkan di tempat seperti mereka, mungkin aku sama seperti mereka, setiap pagi badan sudah segar, bersih wangi dan perut penuh terisi. Tapi aku bersyukur karena mereka jugalah aku bisa hidup, kalau tidak ada mereka aku tidak bisa makan karena tidak ada sisa yg di buang. Terimakasih ya teman-teman kalian baik sekali. semoga kalian menjadi pemimpin kelak yg masih peduli sama orang seperti aku.

24
Mar
13

Ketika Bunda Teresa menjelang ajal, dia berkata bahwa “Tuhan itu tidak ada”


Ketika Bunda Teresa menjelang ajal, dia berkata bahwa Tuhan itu tidak ada

Siapa yang tidak mengetahui Bunda Teresia, terutama bagi umat nasrani dia sangat terkenal dan menjadi panutan bagi umat nasrani. Bunda Teresa adalah sosok seorang biarawati yang taat. dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk berbakti kepada tuhannya dengan berbuat baik mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan.
Bunda Teresa mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan dengan merawat dan menolong orang-orang korban peperangan dan kelaparan di Afrika selama hidupnya. Dia menjadi sosok penyelamat bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan terutama bagi orang-orang yang sedang menderita.

Sentuhan tangan lembutnya sangatlah berarti bagi setetes kehidupan di Somalia Afrika. Bunda Teresa melakukan semua itu dengan penuh pengharapan akan mendapatkan keajaiban dari tuhan, di mana tuhan bisa menghentikan peperangan, kekerasan dan kelaparan. Dia sangat yakin dengan apa yang dia lakukan itu akan mendapatkan hasil yang memuaskan pada akhirnya nanti, sesuai dengan apa yang di cita-citakan dan diharapkannya.

Setelah sekian lama mengabdikan dirinya untuk kemanusian di Somalia Afrika, Bunda Teresa tidak juga mendapatkan titik terang dan apa yang dia kerjakan tidak kunjung selesai sampai pada akhirnya Bunda Teresa mengalami ketuaan dan sakit seperti manusia normal yang lain. seiring dengan waktu berjalan dan ketuaan mulai menghantuinya kemudian jatuh sakit  namun tidak pula di barengi dengan harapan dan cita citanya untuk mendapatkan keajaiban untuk menghentikan peperangan, kelaparan dan penderitaan di Afrika.
Bunda Tersa pun akhirnya menyerah pada keadaan fisiknya yang sudah tidak kuat lagi mengurus dirinya sendiri apa lagi untuk mengurusi orang lain tanpa di barengi dengan keajaiban yang selama ini di acari dan tunggu-tunggu.

Di ujung akhir hayatnya, Bunda Teresa berkata “apa yang selama ini aku lakukan semata-mata untuk menyembah tuhan dan berharap tuhan memberukan keajaiban untuk menghentika kekejaman yang terjadi di muka bumi ini, tapi ternyata apa yang selama ini aku lakukan adalah sia-sia belaka karena tuhan itu tidak ada”
(Mungkin kata-kata ini tidak pernah ada dan Bunda Tersa sendiri tidak pernah mengatakannya, tapi aku tahu Bunda Teresa berkata seperti ini sumbernya dari orang Nasrani sendiri yang tidak bisa aku sebutkan.)

Seandainya kata-kata itu pernah ada, aku sendiri tidak kaget dan tidak heran karena apa yang Bunda Teresa katakan dan lakukan itu semua masuk akal secara pikiran manusia biasa.
bayangkan, seorang wanita mempunyai cita-cita dan keinginan yang sangat besar melebihi manusia lain di dunia ini aku rasa dan bukan hanya cita-cita belaka dia membuktikan dengan terjun langsung melakukan itu semua untuk membuat perubahan. tapi ketika apa yang dialakukan dirasakan sia-sia karena peperangan dan kejahatan tidak pernah berhenti sampai sekarang bahkan sampai Bunda Teresa meninggal dunia pun peperangan dan kekerasa, serta kelaparan masih terjadi sekarang. Keajaiban tidak datang juga malah semakin meraja lela dan bertambah luas daerah konplik. kalaulah kita telaah secara nalar memang betul bahwa tuhan itu tidak ada, tetapi itu bagi orang yang mempunyai keimanan yang sangat tipis.

Tuhan itu ada, Tuhan itu memberikan keajaiban tidak pernah berhenti kepada manusia. tuhan memberikan segalanya, Tuhan memberikan apayang manusia butuhkan. Kalau ada pertanyaan dimana keajaiban dan kebaikan tuhan ketika terjadi peperangan, kelaparan, kemiskinan dan sebagainya di Afrika. jawabanya adalah, Tuhan memberikan keajaiban di dalam diri Bunda Teresa sendiri, kenapa begitu, di saat orang menyerang dan membantai di somalia, Bunda Teresa datang dengan segudang kebaikan dan keajaiban melawan penyerangan dan pembantainya dengan caranya sendiri.

Tuhan menggerakan sebagian besar manusia untuk mengumpulkan bantuan untuk di berikan kepada Bunda Teresa yang selanjutnya sampai kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya.yaitu di somalia afrika. kemudian Tuhan menjaga keselamatan Bunda Teresa sendiri untuk tidak di ganggu sama pemberontak meskipun ya, Bunda Teresa tidak luput dari ancaman kematian tapi sampai pada akhir hayatnya Bunda Teresa meningal dunia di luar Affrika itu pun karena sakit yang menyerangnya.
Bagi tuhan sangatlah mudah untuk mhanya sekedar menghentika sebuah peperangan dan pembantaian, karena Tuhan bisa menciptakan langit dan bumi yang begitu dahsat dan tidak akan pernah bisa terhitung jumlah dan kebesarnya.

Tuhan mempunyai alasan kenapa tidak menghentikan kedjaliman terjadi di muka bumi ini. menurut pemikiran penulis; 1. supaya manusia bisa berpikir dan berbuat adil untuk dirinya sendiri dan orang lain. 2. apa yang terjadi di dunia ini karena ulah manusianya itu sendiri, 3. yang bisa menghentikan peperangan ini tiada lain adalah manusia nya itu sendiri. 4 yang paling utama adalah Tuhan telah memberikan keajaiban kepada manusianya iu sendiri dengan memberikan akal pikiran dan perasaan.
Kalau kita mau membuka diri, keajaiban tuhan itu tidak jauh-jauh dari kita. Keajaiban Tuhan itu ada sangat dekat dengan diri kita sendiri, tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita untuk menggunakan dan mengoptimalkan keajaiban itu.

Kebahagian yang kekal atau anadi bukanlah berada di dunia fana ini tetapi kebahagiaan yang kekal berada di akhirat kelak sesuai dengan apa yang kita tanam selama hidup di dunia, kita akan memanennya setia jengkal setiap butir di akhirat kelak. Kita menanan benih yang bagus maka kita akan memanen sesuatu yang bagus pula di akhirat kelak. Sebaliknya ketika kita menanam benih keburukan, maka kita akan memanen keburukan pula.

Terakhir penulis hanya akan mengatakan bahwa apa yang di tulis ini tidak bermaksud menyudutkan siapapun terutama tokoh dalam tulisan ini, tapi penulis mencoba mengajak untuk berpikir dan menelaah setiap keajaiban dan kenikmatan yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Hidup di dunia ini hanyalah sementara, hanya untuk mencari bekal hidup di akhirat kelak. Karena kehidupan yang sesungguhnya berada di akhirat kelak tanpa ada akhir , kekal abadi.

05
Feb
13

Hidup Hanya untuk Tuhan…


Tuhan Maha Tahu apa yang menjadi Kebutuhan umatnya dan pasti akan memberikannya, bukan apa yang menjadi keinginannya dan harapannya.

Kehadiran mu aku merasa bahwa kamu adalah utusan Tuhan atas jawaban dari setiap permintaan ku ( Ya Alloh Ya Tuhan ku, janganlah biarkan hambamu ini hidup kesepian seorang diri. Berikanlah aku istri dan anak-anak sebagai penghibur hati dan penyejuk jiwa).

Merasakan perhatian dan kepedulian mu, aku merasakan kasih sayang Tuhan untuk hambanya.

Kelembutan mu dalam berbicara, aku merasakan kalau Tuhan sedang membelai ku ( Rahman&Rahim).

Tulang rusuk ku yang patah sebelah kiri berubah wujud menjadi sosok yang anggun menyempurnakan ketidak sempurnaan ku (Aku jadikan pasangan mu dari tulang rusuk kiri mu).

Jika Tuhan menurunkan ku kedunia ini untuk kesempurnaan, maka kamu lah yang menjadikan ku sempurna dan layak untuk kembali kepangkuan sang Khalik.

Aku tidak akan pernah berhenti meminta kepada Tuhan ku untuk membimbingku menjaga kesempurnaan ku.

Budiman 3, feb 2013

29
Jan
13

Anjuran Bertaubat dan Menyisihkan Sebagian Rejeki


Anjuran Bertaubat dan Menyisihkan Sebagian Rejeki Image

Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul Nya maka kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat). QS 66;08

Kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya) mereka itulah yang aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha penerima tobat. QS 02;160

Dan Kami turunkan (Al-Qur’an) dengan sebenarnya dan (Al-Qur’an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad) hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. QS 17;105

Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya disana(surga). Dan Kami berfirman, “ Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang di tentukan”. QS 02;36

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu dia pun menerima tobatnya. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. QS 02;37

Kemudian jika benar-benar datang  petunjuk-Kukepadamu maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. QS 02;38

Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang di terima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. QS 04;17

Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka (barulah) dia mengatakan “saya benar-benar bertobat sekarang”. Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meningal sedang mereka didalam kekafiran. Bagi mereka orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih. QS 04;18

Dan berimanlah kepada apa (Al-Qur’an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat Ku dengan harga murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku . QS 02;41

Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu. Tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah) maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya, dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. QS 07;176

Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). QS 11;114

Jika kamu menampakan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahan mu. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan. QS 02;271

Kami telah menetapkan bagi mereka didalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka pun ada qisas-nya (balasan yang sama). Barang siapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu menjadi penebus dosa baginya.  Barang siapa tidak memutuskan perkara mennurut apa yang di turunkan Allah maka mereka itulah orang-orang zalim. QS 05;45

Agar Dia (Allah) memberikan balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). QS 34;04

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari tuhan mu dan mendapat surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di sediakan bagi orang-orang yang bertakwa. QS 03;133

(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. QS 03;134

Dan 9juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu , sedang mereka mengetahui. QS 03;135

Dan infakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang diantara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya tuhan ku sekiranya engkau menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh”. QS 63;10

26
Des
12

KOMPETENSI GURU


3dimensi1.jpg

1. Pengertian

A. Kompetensi

Menurut Spencer and Spencer (1993) Kompetensi adalah suatu karakteristik dasar seseorang yang memungkinkan kinerja unggulan dalam pekerjaan, peran, atau situasi tertentu.

Kompetensi dalam kehidupan nyata seperti puncak gunung es yang puncaknya adalah keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge)Unsur-unsur yang mendasari kompetensi tidak mudah terlihat, tetapi mengarahkan dan mengendalikan perilaku yang terlihat. peran sosial dan konsep diri (self-concept) ada di tingkat sadar. sementara watak (traits) dan motif (motives) ada di bawah permukaan lebih dekat dengan inti kepribadian.

jadi kalau di urut dari tingkatan paling atas, Kompetensi itu gabungan dari :

1. Paling atas keterampilan (skill)

Menurut Lutan (1988:94) “Keterampilan dipandang sebagai satu perbuatan yang merupakan sebuah indikator dari tingkat kemahiran, juga dapat dinyatakan untuk menggambarkan tingkat kemahiran seseorang elaksanakan suatu tugas”

Lebih lanjut Lutan (1988:96) menjelaskan, “Seseorang dapat dikatakan terampil atau mahir itandai oleh kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu dalam kualitas yang tinggi (cepat atau cermat) dengan tingkat keajegan yang cukup mantap.”

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterampilan merupakan “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”

2. Kedua dari atas pengetahuan (knowledge)

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsihipotesiskonsepteori,prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Adapun pengetahuan menurut beberapa ahli adalah:

  1. Menurut Pudjawidjana (1983), pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu.
  2. Menurut Ngatimin (1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.
  3. Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan.

Dari beberapa pengertian pengetahuan di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui yang diperoleh dari persentuhan panca indera terhadap objek tertentu. Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak. Partanto Pius dalam kamus bahasa indonesia (2001) pengetahuan dikaitkan dengan segala sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses belajar

Pengetahuan Implisit

Pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang masih tertanam dalam bentuk pengalaman seseorang dan berisi faktor-faktor yang tidak bersifat nyata seperti keyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip. Pengetahuan diam seseorang biasanya sulit untuk ditransfer ke orang lain baik secara tertulis ataupun lesan. Kemampuan berbahasa, mendesain, atau mengoperasikan mesin atau alat yang rumit membutuhkan pengetahuan yang tidak selalu bisa tampak secara eksplisit, dan juga tidak sebegitu mudahnya untuk mentransferkannya ke orang lain secara eksplisit.

Contoh sederhana dari pengetahuan implisit adalah kemampuan mengendara sepeda. Pengetahuan umum dari bagaimana mengendara sepeda adalah bahwa agar bisa seimbang, bila sepeda oleh ke kiri, maka arahkan setir ke kanan. Untuk berbelok ke kanan, pertama belokkan dulu setir ke kiri sedikit, lalu ketika sepeda sudah condong ke kenan, belokkan setir ke kanan. Tapi mengetahui itu saja tidak cukup bagi seorang pemula untuk bisa menyetir sepeda.

Seseorang yang memiliki pengetahuan implisit biasanya tidak menyadari bahwa dia sebenarnya memilikinya dan juga bagaimana pengetahuan itu bisa menguntungkan orang lain. Untuk mendapatkannya, memang dibutuhkan pembelajaran dan keterampilan, namun tidak lantas dalam bentuk-bentuk yang tertulis. Pengetahuan implisit seringkali berisi kebiasaan dan budaya yang bahkan kita tidak menyadarinya.

3. Ketiga dari atas konsep diri (self-concept)

Beberapa ahli merumuskan definisi konsep diri, menurut Burns (1993:vi) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu (Mulyana, 2000:7).

Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa konsep diri yang dimiliki individu dapat diketahui lewat informasi, pendapat, penilaian atau evaliasi dari orang lain mengenai dirinya. Individu akan mengetahui dirinya cantik, pandai, atau ramah jika ada informasi dari orang lain mengenai dirinya.

Sebaliknya individu tidak tahu bagaimana ia dihadapkan orang lain tanpa ada informasi atau masukan dari lingkungan maupun orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung individu telah menilai dirinya sendiri. Penilaian terhadap diri sendiri itu meliputi watak dirinya, orang lain dapat menghargai dirinya atau tidak, dirinya termasuk orang yang berpenampilan menarik, cantik atau tidak.

Seperti yang dikemukakan Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.

Menurut William D. Brooks bahwa pengertian konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita (Rakhmat, 2005:105). Sedangkan Centi (1993:9) mengemukakan konsep diri (self-concept) tidak lain tidak bukan adalah gagasan tentang diri sendiri, konsep diri terdiri dari bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana kita harapkan.

Konsep diri didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu (Rini, 2002:http:/www.e-psikologi.com/dewa/160502.htm).

Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.

Dari beberapa pendapat dari para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya.

 4. Keempat dari atas watak (traits)

watak (traits) adalah kecenderungan seseorang untuk berperilaku terhadap suatu situasi (Hurlock, 1974). dengan demikian traits dapat dikatakan sebagai prediksi reaksi yang akan di timbulkan oleh seseorang terhadap satu situasi.

Menurut Suryabrata, 2003 trait terkadang dapat disamakan dengan sikap, karena sama-sama memiliki makna yang mempunyai kecenderungan seseorang untuk berperilaku. sikap merupakan kecenderungan untuk merespon suatu stimulus secara sepesifik, sedangkan trait merupakan kecenderungan untuk merespon secara umum. Trait merupakan bentuk umum dari sikap.

5. kelima dari atas motif (motives)

Menurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

Lebih lanjut Cut Zurnali mengutip pendapat Fremout E. kast dan james E. Rosenzweig (1970) yang mendefinisikan motive sebagai :

“a motive what prompts a person to act in a certain way or at least develop appropensity for speccific behavior. The urge to action can tauched off by an external stimulus, or it can be internally generated in individual thought processes”.

Jadi motive adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.

William G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lengkap motiv menurut Scott

“motive are unsatiesfied need which prompt an individual toward the accomplishment of aplicable goals”.

Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan. Selain itu, Maslow membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hirarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

B. Guru

Secara Umum

Guru (dari Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah “berat”) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Secara khusus

Dalam agama Hindu, guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual/kejiwaan murid-muridnya.

Dalam agama Buddha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran. Murid seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atau Bodhisattva.

Dalam agama Sikh, guru mempunyai makna yang mirip dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi, karena salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran Sepuluh Guru Sikh. Hanya ada sepuluh Guru dalam agama Sikh, dan Guru pertama, Guru Nanak Dev, adalah pendiri agama ini.

Orang IndiaChinaMesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu seorang guru sangat dihormati dan terkenal di masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka.

C. Pedagogik

Pedagogik berasal dari kata Yunani “paedos”, yang berarti anak laki-laki, dan “agogos” artinya mengantar, membimbing. Jadi pedagogic secara harfiah berari pembantu anak laki-laki pada jaman Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli, yang membimbing anak kearah tujuan hidup tertentu.

Menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda) pedagogic adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak kearah tujuan tertentu, yaitu supaya ia kelak “mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya”. Jadi pedagogic adalah ilmu pendidikan anak.

Langeveld (1980), membedakan istilah “pedagogic” dengan istilah “pedagogi”. Pedagogic diartikan dengan ilmu pendidikan, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak, mendidik anak. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan pada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak.
Pedagogic merupakan suatu teori yang secara teliti, krisis dan objektif, mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan. Walaupun demikian, masih banyak daerah yang gelap sebagai “terraincegnita” (daerah tak dikenal) dalam lapangan pendidikan, karena masalah hakekat hidup dan hakekat manusia masih banyak diliputi oleh kabut misteri.

2. Kompetensi Guru

Berdasarkan pengertian diatas, maka kita bias mengambil pengertian bahwa yang di sebut dengan Kompetensi guru adalah

Kompetensi Guru adalah suatu karakteristik dasar seseorang yang memungkinkan menjadi pengajar suatu ilmu yang unggulan dan professional dalam pekerjaan, peran, atau tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Karakteristik dasar yang harus di miliki oleh seorang guru adalah:

  1. Harus Mempunyai keterampilan (skill)

Seorang calon guru Harus mempunyai “Keterampilan yang dipandang sebagai satu perbuatan yang merupakan sebuah indikator dari tingkat kemahiran, juga dapat dinyatakan untuk menggambarkan tingkat kemahiran seseorang dalam  mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik”, yang di tunjukan dengan kemampuannya untuk menghasilkan peserta didik dalam kualitas yang tinggi (cepat atau cermat) dengan tingkat keajegan yang cukup mantap.” Serta  “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”.

Mampu mengunakan alat-alat atau media yang bisa menunjang seluruh kegiatan pendidikan (mesin, computer, internet, infokus dan lain-lain).

  1. Harus mempunyai pengetahuan (knowledge)

Seorang calon guru harus sudah mempunyai pengetahuan secara mendalam dan mendetil tentang dunia pendidikan secara keseluruhan (struktur kebijakan dari pusat sampai ke lembaga pendidikannya), secara garis besar (tujuan pendidikan), dan secara spesifik (Tingkatan sekolah/lembaga apa dan dimana serta usia anak didik. Selanjutnya tentusaja pengetahuan akan mata pelajaran yang akan di emban), yang tidak di batasi deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara probabilitas bayesian adalah benar dan berguna.

Khusus untuk pengetahuan secara spesifik, alangkah baiknya guru juga mempunyai pengetahuan tentang tahap-thap perkembanagn anak didiknya supaya tidak menyamakan perlakuan terutama pada tingkatan usia dan kelas anak didik. Saya sarankan setiap calon guru atau bahkan guru untuk mempelajari tahap-tahap perkembangan anak.

Bisa di cari bukunya yang berjudul “Psikologi Perkembangan, suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan” dari Elizabeth B, Hurlock

Guru yang mempunyai pengetahuan harus bisa dan mampu menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan situasi yang terjadi. Selain itu juga, guru yang mempunyai pengetahuan akan mampu mengevaluasi ketidak sesuaian antara teoritis dan praktisnya. Ketika ada ketidak sesuaian maka guru yang mempunyai pengetahuan berani mengambil keputusan demi terciptanya tujuan pendidikan. Selanjutnya, guru yang mempunyai pengetahuan akan menimbulkan kepekaan terhadap kebenaran

Kesimpulannya, Guru yang mempunyai pengetahuan tentang dunia pendidikan secara keseluruhan mampu melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir, menjadi dasar guru bersikap dan bertindak sesuai dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar dan pendidikan secara keseluruhan dengan berpegang teguh pada tujuan pendidikan itu sendiri yaitu “mengantarkan anak didik kepada kedewasaan dan kebahagiaan”.

  1. Harus mempunyai konsep diri (self-concept)

 

Seorang guru haruslah mempunyai cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya

Guru yang mempunyai konsep diri akan mampu menilai dirinya sendiri baik yang bersifat fisik, social, maupun psikologis. Dengan konsep diri ini, seorang guru akan menentukan tingkah laku dan cara penyesuaian diri sehingga seorang guru yang mempunyai konsep diri yang positif akan menghasilkan perilaku yang positif. Selain itu juga seorang guru akan mudah menyesuaikan diri terhadap masalah-masalah yang dihadapinya. Sebaliknya seorang guru yang mempunyai konsep diri yang negatif akan menghasilkan perilaku yang negatif.

Bentuk dari konsep diri yang positif adalah:

–         Mempunyai keyakinan akan mampu mengatasi masalah

–         Merasa setara dengan manusia lain

–         Menerima pujuan tampa rasa malu

–         Menyadari kalau setiap orang mempunyai perasaa, keinginan, dan perilaku yang selamanya tidak selamanya di setujui oleh masyarakat.

–         Mampu memperbaiki diri karena mampu mengungkapkan suatu kepribadian yang tidak di senangi dan berusa merubah kearah yang lebih baik lagi.

Ketika guru mempunyai konsep diri yang baik maka akan terciptalah sebuah pembelajaran yang tidak membutuhkan otot lagi tetapi tujuan pendidikan tercapai dan memuaskan.

  1. Harus memiliki watak (traits)

Dalam hal ini, kita semua sudah bias merasakan dan menilai ketika kita masih di bangku sekolah. Kita bias memilih dan menyukai serta tidak menyukai siapa guru yang baik dan siapa guru yang tidak kita sukai

Tanpa saya jelaskan lebih lanjut, mengenai watak ini saya rasa kita semua sudah memahaminya. Namun kadangkala kita masih seringkali melihat watak yang memang maaf harus saya katakana,  tidak pantas berada di lingkungan pendidikan.

Oleh karena itu kenapa saya menuliskan kempetensi ini supaya para calon guru lebih peduli dan lebih di perhatikan lagi masalah kepatutan, apakah kita pantas menjadi seorang guru atau tidak terlepas dari dorongan kita membutuhkan penghasilan atau tidak.

Ketika kita gabungkan antara watak ini dengan tugas seorang guru (mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.)  coba kita bayangkan..!

Jangan anggap sepele masalah ini, karena permasalahan watak ini lah yang biasanya memicu permasalahan yang sebenarnya. Dan masalah ini pula lah yang sangat sulit untuk di rubah.

Kita juga tau persis watak seperti apa yang seharusnya ada di setiap guru kita.

  1. Harus memiliki motif (motives)Yang bukan profit oriented

Jaman sekarang ini pekerjaan yang paling favorit adalah pegawai negeri sipil, dan yang paling banyak di buru adalah profesi guru karena berbagai hal. Diantaranya masa kerja setengah hari, liburnya banyak, gaji full dan sebagainya.

Ketika ini dijadikan sebuah motif  tanpa melihat factor yang empat di atas, mohon maaf saya rasa dunia pendidikan di Indonesia akan semakin carutmarut dan tidak jelas kemana arahnya seperti yang sekarang ini sudah terjadi.

Betul!! Seorang guru memerlukan kesejahteraan. Tanpa ada kesejahteraan seorang guru tidaklah maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru

Supaya seimbang bahwa saya juga tidak menyampingkan hal kesejahteraan, saya akan memberikan teori mengenai insentive. Tapi ada PR lagi apakah dunia pendidikan sama dengan dunia industry?

 Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan. Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemnberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Berikut secara lengkap diuraikan pendapat Tiffin: ordinary speaking, people will not learn very much about anything unless they are motivated to do so, that is, unless they are supplied with an adequate incentive. Maknanya bahwa seseorang tidak banyak mengetahui tentang sesuatu hal, apabila mereka tidak didorong untuk melakukan pekerjaan yang demikian itu, yaitu apabila mereka tidak dibekali dengan insentif secara cukup.

Terakhir saya mau mengutif perkataan ayahnya Abraham Linkoln;

“Seorang pemimpin yang baik itu terlahir menjadi seorang pemimpin dan atau di persiapkan untk menjadi seorang pemimpin”

 “seorang guru yang baik itu terlahir untuk menjadi seorang guru dan atau di persiapkan untuk menjadi seorang guru”