05
Mar
09

PERKEMBANGAN MASA REMAJA (Adolescence)


pey19PERKEMBANGAN MASA REMAJA (Adolescence)


Pada umumnya remaja didefinisikan sebagai masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Pada masa ini status individu tidak jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Masa remaja bukan lagi masa kanak-kanak juga bukan masa dewasa.

Selain itu, Hurlock (1980) menyebutkan masa remaja juga sering disebut:

Masa remaja sebagai periode yang penting

Masa remaja sebagai periode peralihan

Masa remaja sebagai periode perubahan

Masa remaja sebagai usia bermasalah

Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan

Masa remaja sebagai masa mencari identitas

Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan

Masa remaja sebagai periode Usia tidak realistis

Masa remaja sebagai ambang masa dewasa

Ciri-ciri Masa Puber

Seorang anak bisa dikatakan sudah masuk masa puber apabila sudah mengalami mimpi basah bagi laki-laki, dan datangnya haid pada perempuan. Selain itu, pubertas juga bisa dikenali secara kasat mata dengan melihat perubahan organ-organ sex baik laki-laki maupun perempuan.

Ciri-ciri organ sex sekunder menurut Hurlock (1980)


Laki-laki

Perempuan

Rambut

Rambut diwajah dan ketiak akan muncul setelah rambut kemaluan hampir selesai.

Pinggul

Pinggul menjadi lebar dan bulat sebagai akibat dari pembesaran tulang pinggul dan lemak bawah kulit

Kelenjar

Kelenjar lemak mulai diproduksi lebih aktif sehingga mudah timbul jerawat dan kelenjar keringat lebih banyak dikeluarkan.

Payudara

Perubahan pinggul diikuti oleh perubahan payudara, puting susu membesar dan menonjol dan karena berkembangnya kelenjar, payudara membesar dan lebih kuat

. Otot

Otot sudah terbentuk dan kuat.

Rambut

Rambut mulai timbul setelah perubahan pinggul dan payudara. Semua rambut mula-mula lurus dan terang warnanya, kemudian lebih subur, lebih kasar, lebih gelap dan agak keriting

Suara

Suara berubah setelah rambut kemaluan timbul. Suara serak, tinggi suara menurun volume

Kulit

Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, pori-pori membesar

Benjolan dada

Benjolan dada sudah mulai terlihat

Kelenjar

Kelenjar lemak mulai diproduksi lebih aktif sehingga mudah timbul jerawat dan kelenjar keringat lebih banyak dikeluarkan. Kusus perempuan keringat menjadi agak bau ketika sedang haid.

Kulit

Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, pori-pori membesar

Otot

Otot sudah terbentuk dan kuat.

Suara

Suara menjadi lebih penuh dan semakin lembut.

Dampak perubahan pada masa puber.

· Ingin menyendiri.

Anak mulai banyak menyendiri dan melamun, anak mulai bereksperimen seks melalui masturbasi.

· Bosan

Timbul kebosanan yang biasanya mengakibatkan prestasi disekolah menurun.

· Inkoordinasi

Anak akan merasa kikkuk dan janggal.

· Antagonisme sosial

Anak sering kali sulit bekerja sama, sering membantah, dan permusuhan terbuka antara lawan jenis.

· Emosi yang meninggi

Sering murung, sering menagis karena hasutan yang sangat kecil, khawatir, gelisah dan cepat marah serta berprasangka negatif.

· Hilangnya kepercayaan diri

Akibat perubahan dalam dirinya anak biasanya menjadi tidak percaya diri dan cenderung rendah diri.

· Terlalu sederhana

Perubahan yang terjadi menyebabkan anak berpenampilan sangat sederhana karena takut diketehui orang lain dan memberikan komentar negatif.

2. Tugas-tugas Perkembangan Pada masa Remaja.

Pada dasarnya tugas-tugas perkembangan pada masa remaja lebih dititikberatkan kepada hal-hal penyesuaian diri dengan lingkungan sosial. Pada masa ini, individu lebih diharapkan adanya perubahan besar dalam sikap dan pola perilaku kearah yang diharapkan oleh lingkungan karena sudah dianggap dewasa.

3. Perkembangan Kognitif.

A. Tahap Perkembangan Kognitif Remaja

Perkembangan kognitif remaja membahas tentang perkembangan remaja dalam berfikir (proses kognisi/proses mengetahui ). Menurut J.J. Piaget, remaja berada pada tahap operasi formal, yaitu tahap berfikir yang dicirikan dengan kemampuan berfikir secara hipotetis, logis, abstrak, dan ilmiah.

B. Kemampuan Kognitif Remaja

Berbagai penelitian selama dua puluh tahun terakhir dengan menggunakan berbagai pandangan teori juga menemukan gambaran yang konsisten dengan teori Piaget yang menyimpulkan bahwa remaja merupakan suatu periode dimana seseorang mulai berfikir secara abstrak dan logik (Carlson, Derry, Fouad, Jacobs, Krieg, & Peterson, 1999). Berbagai penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang konsisten antara kemampuan kognitif anak-anak dan remaja. Dibandingkan anak-anak, remaja memiliki kemampuan lebih baik dalam berfikir hipotetis dan logis. Remaja juga lebih mampu memikirkan beberapa hal sekaligus – bukan hanya satu – dalam satu saat dan konsep-konsep abstrak (Keating, dalam Carlson, dkk., 1999). Menurut Nettle (2001), remaja juga dapat berfikir tentang proses berfikirnya sendiri, serta dapat memikirkan hal-hal yang tidak nyata – sebagaimana hal-hal yang nyata – untuk menyusun hipotesa atau dugaan.

C. Faktor Perkembangan Kognitif Remaja

Menurut pandangan teori pemrosesan informasi, kemampuan berfikir pada usia remaja disebabkan oleh meningkatnya ketersediaan sumberdaya kognitif (cognitive resource). Peningkatan ini disebabkan oleh automaticity atau kecepatan pemrosesan (Case; Keating & MacLean; dalam Carlson, dkk. 1999); pengetahuan lintas bidang yang makin luas (Case, dalam Carlson, dkk. 1999); meningkatnya kemampuan dalam menggabungkan informasi abstrak dan menggunakan argumen-argumen logis (Moshman & Frank, dalam Carlson, dkk., 1999); serta makin banyaknya strategi yang dimiliki dalam mendapatkan dan menggunakan informasi (Carlson, dkk., 1999).

Walaupun cara berfikir kelompok remaja (usia 11 tahun ke atas) berbeda dengan anak usia 7 – 11 tahun, akan tetapi bila ditelaah lebih jauh, di antara para remaja sendiri sering ditemukan perbedaan (Seifert dan Hoffnung, 1987). Perbedaan tersebut, menururt Torgesen (dalam Collins, dkk., 2001), terjadi antara lain karena faktor penggunaan strategi kognitif yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Problem-problem Masa Remaja.

Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal. Problema yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :

1. Problema berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.

Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.

2. Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.

Pada masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya.

3. Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.

Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya.

4. Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.

Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.

Selain yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan remaja menjadi amat penting. Dalam hal ini, peranan orang tua, sekolah, serta masyarakat sangat diharapkan.

literatur;

Atkinson, Pengantar Psikologi. Interaksara, Batam.

Feldman, Robert S. 2006. Understanding Psychology. Ed. ke-7. United State. McGraw-Hill

HurlockB.Elizabeth, Psikologi perkembangan, Jakarta, Erlangga

Hurlock, Elizabeth B., 1973. Adolescent Development. Tokyo: Mc Graw-Hill Kogakusha Ltd,

Hurlock, Elizabeth B., 1976 Developmental Psychology New Delhi: Tata Mc Graw-Hill Publishing Company Ltd,

Papalia, D. E. & Olds, S. W. 1998. Human Development. Ed. ke-7. New York. McGraw-Hill

Suryabrata,Sumadi, 1982.Psikologi Kepribadian. Rajawali Press, Jakarta,


4 Responses to “PERKEMBANGAN MASA REMAJA (Adolescence)”


  1. 1 pey872
    April 21, 2011 pukul 10:35 pm

    Bagi siapapun yang membutuhkannya, silahkan mengcoppy. sebagai penghargaan dan rasa terimakasih, dimohon untuk menuliskan koment anda.
    Terimakasih

  2. Mei 3, 2011 pukul 12:47 pm

    Trimakkasih sudah berbagi ilmu

  3. Oktober 13, 2012 pukul 4:33 am

    sangat membantu saya sekali dalam mengerjakan tugas mengenai perkembangan sifat, fisik, dan pikiran manusia..:)..
    terima kasih..:)


Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 154 pengikut lainnya.